November 2013, Pabrik Gas Bojonegoro Ditarget Produksi

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) menargetkan pabrik gas di Desa Campurejo  Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dapat berproduksi pada November 2013 mendatang.

Direktur Utama PT BBS, Deddy Affidick menyampaikan, ada 3 tahapan dalam melakukan pembangunan pabrik gas untuk mengolah gas flare dari sumur migas Sukowati, Blok Tuban milik Join Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ) tersebut. Diantaranya tahap persiapan infrastuktur, sedangkan tahap kedua dan ketiga adalah produksi. Ketiga tahapan itu ditarget selesai pada November 2013 mendatang.

“Untuk target kita pada bulan  Februari 2013 mendatang sudah  penyelesaian tahap pertama yaitu tahap infrastruktur,” kata Deddy Afidick kepada SuaraBanyuurip.com.

Dijelaskan, jika pada tahap infrasturtuk selesai maka dilanjutkan dengan tahap produksi  yaitu penambahan alat khusus untuk mengurangi kadar karbondioksida (CO2) dalam gas. Pada proses ini, gas dihasilkan lebih bersih daripada kondensat.

“Setelah proses awal selesai, Sumur Sukowati juga bisa memproduksi Condensate, LPG dan Lean Gas (gas ringan bersih). Karena disana produksi gas ikutan bisa dikelola,”papar mantan Hubungan Luar Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu ini.

Baca Juga :   Jalan Menuju Sumur Tua Ditanami Pohon

Dia menambahkan, dalam pengelolaan gas flare ini pihaknya menggandeng PT Hokasa Mandiri untuk pengerjaan fisik di Gas Flare. PT Hokasa Mandiri ditunjuk sebagai perusahaan yang dipercaya mampu menangani infrastuktur pada proses suar bakar.

“PT Hokasa Mandiri adalah kontraktor nasional yang diseleksi oleh PT BBS dan mitra (inter Media Energy) dengan mengundang beberapa perusahaan nasional dengan mempertimbangkan faktor –faktor kompetensi tekhnis, kemampuan finansial, sistem kontrak dan harga,”ungkapnya.

Deddy menambahkan, pada waktu konstruksi di lapangan tentunya akan melibatkan kontraktor lokal untuk pekerjaan-pekerjaan sipil dan sekarang masih dalam taraf fabrikasi hi-tech. (rin/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *