SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
 Tuban – Semburan minyak dan gas belerang muncul di kawasan rawa Jabung, tepatnya di perbatasan wilayang Desa Kujung, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, dan Desa Dateng, Kecamatan Leran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.  Kedua zat kimia itu menyebur bersama air dari dalam tanah dan mulai menyebar di area rawa-rawa setempat.
Semburan tersebut mulai menyebar di sejumlah titik yangmembentuk kubangan kecil. Diperkirakan kedalaman setiap kubangan yang mengeluarkan gelembung-gelembung hidup itu, lebih dari empat meter dari atas tanah.
Selain itu air yang telah bercampur cairan sejenis minyak mentah tersebut  mengeluarkan bau menyerupai asap belerang. Tak hanya itu, keunikan dari semburan ini adalah warna yang berbeda antara satu titik semburan dengan titik yang lain meski jaraknya berdekatan.
“Biasanya semburan ini akan bertambah banyak saat pertengahan musim penghujan, dan memang warnanya berbeda-beda,†ujar Khumaidi Haris (24), warga Desa kujung, Kecamatan Widang, Tuban, saat ditemui di lokasi semburan, Jumat (16/11/2012).
Bagi warga sekitar, lokasi ini dianggap merupakan tempat berbahaya. Selain karena bau yang dikhawatirkan beracun, kubangan kecil disana sangat mudah sekali ambles. Bahkan pernah menenggelamkan seekor kerbau milik warga setempat.
“Saya juga hampir tenggelam di lumpur saat menembak burung, beruntung teman yang lain bergegas menolong saya,†kata Kusnadi (25), pemuda setempat.
Warga Desa Kujung menyebut semburan tersebut sebagai Luwuk Tuban. Sedang satu tempat lain yang berdampingan, namun masuk wilayah Kabupaten Lamongan, disebut dengan Luwuk Sedayu.
Menurut sejumlah warga disana, lokasi semburan tersebut termasuk bakal lokasi pembangunan Waduk Jabung. Jika waduk terbangun dan beroperasi dikhawatirkan akan menghilangkan fenomena alam yang unik ini.
Selain itu, saat waduk sudah berfungsi menampung air dari sungai Bengawan Solo, akan memperbesar semburan. Apalagi selama ini jika musim penghujan datang titik-titik semburan bakal banyak dan semburannya makin membesar. Â Ditakutkan semburan itu akan mempengaruhi kondisi air disana. Â Apalagi air telah bercampur minyak dan belirang itu akan digunakan untuk mengairi sawah, dan tambak ikan milik penduduk. (edp)