SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum mendapatkan pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat tentang pembatalan pemasangan jaringan gas (Jargas) rumah tangga oleh PT Pertamina Gas (Pertagas).
“Rumah saya sudah disurvei sejak 2014 lalu, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” ujar Zulaika, warga setempat, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (4/7/2016).
Padahal, keberadaan Jargas yang ditawarkan oleh Pertagas melalui kontraktornya PT Bernanta Jasindo dirasa berguna bagi masyarakat. Karena, selain dinilai aman juga lebih efektif daripada menggunakan tabung gas LPG.
“Secara tekhnis sudah dilakukan sosialisasi, sistemnya seperti menggunakan air PDAM. Gasnya akan dialirkan melalui pipa dan otomatis,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo, Budi Suprayitno, mengatakan, belum mendapat kabar terbaru terkait pemasangan Jargas bagi warganya sejak dilakukan pendataan dan sosialisasi pada 2014 lalu.
“Kami sangat mendukung program pemerintah tersebut, apalagi dulu katanya tahun pertama akan digratiskan bagi 4000 rumah tangga,” tandasnya.
Namun, apabila memang ada pembatalan dari Pertagas, paling tidak pemerintah desa mendapat pemberitahuan. Sehingga, dapat memberi jawaban apabila ada warga yang bertanya.
Sebelumnya, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemasangan Jargas rumah tangga di Kabupaten Bojonegoro dibatalkan. Hal ini menyusul kurangnya minat masyarakat terhadap Jargas ini.
“Targetnya 4000 rumah tangga, tapi setelah didata jumlah peminatnya sangat sedikit,” tandas Kepala Dinas ESDM, Agus Suprayitno. (Rien)