SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup terus mensosialisasikan pemanfaatan limbah. Salah satunya melalui Sosialisasi Pengembangan Infrastruktur Hijau pada Lokus Strategis yang diselenggarkan bekerjasama dengan Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa, Jogjakarta, di halaman SMP Plus Ar-Rahmad, Jalan Untung Suropati no. 48 Kelurahan Sumbang Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (18/11/2012).
Sosialisasi itu tidak hanya dilakukan di Bojonegoro, namun dibeberapa Kota dan Kabupaten seperti, Ngawi, Tuban, Ponorogo dan beberapa kota lainnya yang telah menerima bantuan sarana infrastrukrtur pengolahan limbah.
“Program Pemerintah ini tentunya sangat membantu guna pemanfaatan limbah yang ada dan seiring dengan program pemerintah kabupaten Bojonegoro,” kata perwakilan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, Bambang Sutopo.
Dia menjelaskan, belum lama ini pihaknya telah melakukan pemanfataan limbah ternak yang ada di Kecamatan Dander, pengolahan limbah Tahu di kelurahan Ledok Kulon, dan Bank Sampah yang telah terbentuk di Kelurahan Klangon.
“Limbah tersebut kita manfaatkan untuk biogas,” terang dia.
Sementara, narasumber dari Ketua Kelompok Tani, Malang, Jatim, Slamet memaparkan, limbah ternak dapat diolah menjadi sumber biogas yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan bakar gas rumah tangga.
Nara sumber lain dari LPSM Bina Karya Kasih Magelang, Fence Oholilulin yang juga salah satu inovator nasional dalam bidang pemanfaatan limbah mengungkapkan, peningkatan suhu bumi sekarang ini diantaranya disebabkan oleh beberapa hal. Yakni asap kendaraan, asap rokok, dan limbah rumah tangga.
“Tanpa disadari kita turut berperan dalam peningkatan suhu bumi yang semakin hari semakin panas. Limbah itu telah mencemari lingkungan yang mengakibatkan global warming,†katanya.
Oleh karenanya, dia mengajak untuk bersama membangun gerakan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dengan pemanfaatan limbah yang ada. Seperti pemanfaatan limbah rumah tangga seperti, dari sisa – sisa makanan, sayuran, dedaunan ini yang tergolong dalam kategori sampah organic dapat dijadikan pupuk kompos alami untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, dan perikanan.
â€Jika itu benar-benar di implementasikan nantinya menjadi salah satu gerakan ekonomi kreatif,†imbuhnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Plus Ar-Rahmat, Sya’roni menerima bantuan alat tersebut secara simbolis. “Ini sebuah kehormatan bagi kami karena telah dipercaya untuk bersama memanfaatkan lingkungan dari ancaman panas global,”kata Syahroni. (roz/suko)