Bengawan Munggut, Warga Ramai-ramai Tangkap Ikan

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Meningkatnya debit air Sungai Bengawan Solo akibat curah hujan beberapa hari terakhir ini menjadi berkah tersendiri bagi warga di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Sebab kondisi itu membuat ikan dan udang berukuran kecil menepi pinggir bengawan.

Kejadian tersebut menarik perhatian warga sekitar. Mereka beramai-ramai mencebur ke pinggir bengawan sambil membawa seser (jaring kecil) untuk menangkap ikan. Seperti yang terlihat di utara Pasar Kota Bojonegoro, Jawa Timur. Puluhan warga saling berebut menangkap ikan.

Pemandangan itu menyita perhatian warga baik dalam maupu luar Bojonegoro. Bahkan tak jarang sebagian dari mereka tertarik mencebur bengawan untuk ikut menangkap ikan. Salah satunya, Zaenal Sodiqun,  warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dia rela mencincing (melipat celananya) untuk ikut menangkap ikan.

“Untuk lauk makan keluarga mas, kalau dijual belum tentu laku,” katanya kepada SuaraBanyuurip sambil menjumputi udang dipinggir bengawan dan kemudian memasukannya dalam tas plastik kecil. k.

Baca Juga :   Pemkab Tegaskan Dukung Pembangunan Pasar Ngampel

Bagi warga yang tinggal di bantaran Bengawan Solo, kejadian tersebut terjadi pada saat musim penghujan tiba. Dimana air bengawan pasang karena mendapat kiriman air dari Waduk Gajah Mungkur dan air hujan. Pergantian air itulah yang mengakibatkan ikan seperti terkena apotas dan kemudian menepi ke pingir bengawan.

“Kalau istilah warga disini namanya munggut, Mas,” ujar Welas, salah satu warga yang tinggal di pinggir Bengawan Solo, Selasa (11/20/2012).
Sebagian warga juga menggunakan perahu dan pecuk untuk menangkap ikan yang lebih besar. Sebab rata-rata ikan berukuran besar berada ditengah-tengah bengawan. (roz/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *