SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Perbaikan salah satu tanggul kritis di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur, terus dikebut. Sebab sekarang ini, debit sungai terpanjang di Pulau Jawa itu terus meningkat seiring meningkatnya curah hujan di wilayah hulu maupun hilir.
Dari pantauan, intensitas pekerjaan perbaikan tanggul Banjararum meningkat. Sejumlah alat berat mulai mengeruk bagian tanggul yang ambles kemudian diurug kembali dengan pedel. Perbaikan itu dimulai sejak lima hari lalu.
“Kami dikejar waktu, dan kami usahakan agar akhir bulan ini pekerjaan sudah selesai, sebelum air di Bengawan membesar,” ujar pelaksana lapangan harian PT Hutama Karya, kontraktor perbaikan tanggul, Warsit kepada SuaraBanyuurip, Selasa (20/11/2012).
Dia menjelaskan, perbaikan tanggul itu sebenarnya tidak hanya dilakukan dengan pengurukan saja. Melainkan pemasangan beberapa tiang pancang disepanjang tanggul seperti yang telah dilakukan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, Tuban. Tapi karena terkendala perbaikan jalan akses masuk tanggul, perbaikan sementara hanya bisa dilakukan dengan menguruk tanggul.
“Karena saat ini tiang pancang tidak bisa masuk kelokasi tanggul,†sergahnya.
Kendala lain adalah tekstur tanah yang ambles saat di urug. Sebab dibagian bawah tanggul ada semacam gorong-gorong akibat kikisan air yang harus diurug dan dikuatkan dahulu menggunakan alat besar.
“Untuk mengurug sisa kikisan air dibawah tanggul itu, kita membutuhkan sampai 100 truck pedel,” terangnya.
Dia memperkirakan, pemasangan tiang pancang sebagai penguat tanggul dapat dilakukan setelah musim hujan telah usai dan jalan masuk akses tanggul sudah diperbaiki.
“Mungkin kalau banjir sudah surut, kita baru bisa melakukan perbaikan kembali,” pungkasnya.
Perbaikan tanggul Banjararum ini diperkirakan membutuhkan 10 ribu truck batu kapur kasar (Pedel). Pengurukan dilakukan karena tanggul tersebut dalam keadaan rusak parah.
Diketahui, Tanggul Desa Banjararum merupakan salah satu dari lima tanggul yang dinyatakan kritis yang ada di Tuban. Pengaruh tanggul ini apabila sampai jebol berdampak besar kepada masyarakat. Selain akan menyapu ratusan rumah milik warga sekitar DAS Bengawan Solo. Juga akan menenggelamkan lebih dari seribu hektar tanaman yang ada dipersawahan sekitar DAS Bengawan Solo. (edp/suko)