Subkon EPC-1 Dinilai Minim Koordinasi dengan Pemdes

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Sebanyak 28 subkontraktor (Subkon) dari PT Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC) 1 sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu dinilai minim koordinasi denan pemerintah desa (Pemdes) sekitar lokasi pemboran migas.

Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur, Siti Rokayah, mengatakan, dari jumlah 28 subkom PT Tripatra, kontraktor Mobil Cepu Ltd (MCL) operator Blok Cepu masih minim melakukan koordinasi dengan Pemdes. Padahal, koordinasi itu sangat perlu dilakukan agar bisa mengajukan tenaga kerja lokal terlibat sesuai dengan keahliannya masing-masing.

“Hanya sekitar 45 persen saja yang melakukan koordinasi dengan desa. Misalnya, seperti CV  Permata Pertiwi, CV Abdi Pembangunan dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan semuanya,” kata Siti Rokayah ditemui di rumahnya, Selasa (20/11/2012).

Dijelaskan, tidak ada maksud untuk menghambat pelaksanaan proyek, namun koordinasi yang baik itu seharusnya dilakukan. Sehingga, dalam pelaksanaan proyek bisa berjalan lancar, dan tidak menimbulkan gejolak warga.

“Paling tidak, dengan melalui koordinasi akan banyak hal yang dicapai. Semisal, bisa melibatkan tenaga kerja lokal. Sehingga, bisa mengurangi pengangguran yang masih ada,” ungkapnya.

Baca Juga :   BLH Ingatkan MCL Soal Dampak Pemboran

Dikonfirmasi terpisah, Comunnity Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan, menyangkal jika subcon Tripatra tidak melakukan koordinasi dengan Pemdes yang ada di sekitar proyek Banyuurip tersebut.

“Semuanya sudah koordinasi Mas. Bahkan, saya kirimkan surat teguran secara resmi kepada semua subkon yang sekiranya belum koordinasi,” tegas Budi Karyawan dihubungi melalui  teleponnya, Selasa (20/11/2012).

“Saya menduga, masalahnya ada yang puas dan ada yang tidak puas terkait dengan keberadaan subcon tersebut,” katanya. Meski begitu Tripatra akan tetap melakukan pemantauan, dan memberi pembinaan kepada subkon agar bisa lebih profesional terhadap semua subkon. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *