Daging Sapi di Lamongan Tembus Rp. 75 ribu/kg

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Harga daging sapi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus melonjak hingga menembus Rp. 75 ribu/kg dalam satu minggu ini. Kenaikan harga tersebut membuat banyak penjual daging sapi terpaksa berhenti berjualan. Bahkan pemilik rumah potong hewan (RPH) juga terpaksa membatasi pemotongan sapi akibat menurunnya permintaan.

Dari pantauan SuaraBanyuurip di sejumlah pasar di Lamongan menyebutkan, harga daging sapi kelas B yang sebelumnya berkisar Rp.55 ribu /kg, kini tembus hingga 70 ribu/kg. Sementara harga daging kelas A yang semula Rp. 60 ribu/ kg melonjak hingga Rp. 72 ribu-75 ribu. Rata-rata kenaikan harga daging sapi mencapai Rp.10 ribu-15 ribu / kg.

“Karena harganya terus naik, pembeli menurun drastis mas. Penurunannya hingga 70 %,”kata H. Supoyo pedagang daging dipasar  Lamongan kepada SuaraBanyuurip, Rabu (20/11/2012).

Akibat sepinya pembeli membuat H. Supoyo terpaksa beberapa hari harus berhenti berjualan. “Banyak penjual daging sapi yang akhirnya berhenti berjualan dulu karena selalu merugi,” tambahnya. 

H.Supoyo mengaku, kembali  berjualan karena melayani pelanggan pedagang bakso. Sedang dari pembeli umum relatif sepi. “Belinya prapatan  (1/4 kg) karena ndak kuat beli kiloan. Harganya Rp. 18 ribu per seperempat kilogram,” keluh H. Supoyo.

Baca Juga :   EMCL Bersama Bapekka Sosialisasikan Program Ayam Petelur Rumah Tangga di Brabowan

Lesunya penjualan daging sapi juga berdampak pada jagal sapi. Rastam (55), salah pemilik RPH di Dusun Tesan, Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, mengaku jika sebelumnya setiap hari bisa memotong sapi satu hingga dua ekor kini dalam tiga hari hanya memotong satu ekor sapi.

“Jika melonjaknya harga sapi terus terjadi dikuatirkan akan banyak penjual daging dan jagal sapi yang gulung tikar. Saya harapkan pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga,” tambah Rastam.

Namun, disisi lain, melonjaknya harga sapi justru membawa berkah tersendiri bagi para penjual daging ayam potong.  Para konsumen daging sapi beralih ke daging ayam potong. Rata-rata para penjual daging ayam potong mengaku omzet penjualannya meningkat hingga 30 persen.

“Iya Mas, satu minggu ini penjualannya lebih banyak. Kalau dikalkulasi kenaikannya ada 30 %,” ujar Wachid (28), pedagang ayam potong dipasar Lamongan. 

Dia mengungkapkan, rata-rata konsumen daging ayam potong adalah orang yang akan menggelar hajatan. Karena harga daging yang mahal mereka menyiasatinya dengan membeli daging ayam potong. (tok/suko)

Baca Juga :   Diduga Nyebur ke Bengawan Solo dari Jembatan Banjar, Remaja Kasiman Bojonegoro Belum Ditemukan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *