EMCL Bersama Bapekka Sosialisasikan Program Ayam Petelur Rumah Tangga di Brabowan

Ayam petelur EMCL
EMCL bersama Bappeka sosialisasikan program ayam petelur rumah tangga ke KPM di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam.

Suarabanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin

Bojonegoro – Operator lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banyuurip Peduli Pendidikan (Bappeka) mensosialisasikan program ayam petelur rumah tangga di balai Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (20/5/2025).

Sosialisasi dihadiri 35 keluarga penerima manfaat (KPM), jajaran Pemerintah Desa Brabowan, perwakilan EMCL dan Bappeka.

KPM program ayam petelur rumah tangga ini merupakan keluarga prasejahtera yang tercatat dalam data kemiskinan daerah (Damisda), dan telah dilakukan verifikasi. Dari 40 keluarga miskin di Desa Brabowan, yang mendapatkan program ini sebanyak 35 keluarga.

Dalam sosialisasi ini, puluhan KPM program ayam petelur rumah tangga mendapat pengetahuan tentang beternak. Mulai dari cara merawat ayam dengan baik, menjaga tetap berproduksi hingga jangka maksimal ayam bertelur.

Kepala Desa Brabowan, Adi Sucipto berpesan kepada KPM program ayam petelur rumah tangga untuk serius dalam menjalankan program ayam petelur ini demi meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami minta KPM benar-benar merawat dan menjaga bantuan ayam dengan sebaik-baiknya agar bisa produksi maksimal,” pesannya.

Baca Juga :   12 Desa di Kecamatan Gayam akan Terima Gayatri dari APBD 2026

Sucipto menilai program ayam petelur rumah tangga yang digulirkan EMCL ini sangat bagus, karena sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, gerakan beternak ayam petelur mandari (Gayatri) untuk mengentaskan kemiskinan.

“Kami optimis program ini berhasil dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Untuk itu, kami akan membantu pendampingan dari kendala yang dihadapi oleh masyarakat, mungkin dari perawatan maupun kendala lain,” ujarnya.

Ayam petelur EMCL.
KPM program ayam petelur rumah tangga foto bersama Pemdes Brabowan, Bappeka dan Perwakilan EMCL usai sosialisasi.

Sucipto berharap program ayam petelur rumah tangga yang digulirkan EMCL dan program Gayatri yang akan dilaksanakan Pemkab Bojonegoro bukan hanya bisa mengentas kemiskinan. Namun juga memberikan peluang usaha baru bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyediakan pakan hingga menampung dan memasarkan produksi telur yang dihasilkan.

“Program ini bisa menjadi kebangkitan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Perwakilan EMCL, Slamet Riyadi menambahkan, program ayam petelur rumah tangga yang digulirkan EMCL ini merupakan program pengembangan masyarakat (PPM) di bidang ekonomi untuk mendukung program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro bersama SKK Migas dan EMCL Luncurkan Program Ayam Petelur Keluarga Pra-Sejahtera Produktif

“Bupati Bojonegoro telah memfokuskan program ayam petelur rumah tangga ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan menaikan pendapatan perkapita,” pungkas Slamet saat sosialisasi.

Sementara itu Project Manager Program Bapeka, Imam Hambali menjelaskan, pendampingan program ayam petelur rumah tangga dari EMCL ini dilaksanakan di tiga desa dengan jumlah total 65 KPM. Rinciannya, Desa Brabowan 35 KPM, Begadon 15 KPM, dan Beged 15 KPM.

“Harapannya program ini untuk pekerjaan sampingan dan menambah perekonomian masyarakat,” kata Hambali didamping Tim Teknis Bappeka, Prayitno.

Setiap KPM mendapat bantuan 54 ayam petelur siap produksi, kandang, pendampingan dan pakan selama 1,5 bulan. Dari jumlah ayam tersebut estimasi produksi telur setiap harinya bisa mencapai 4 Kg per KPM. Sehingga masyarakat penerima program bisa memperoleh pendapatan tambahan dan meningkatkan ekonominya.

“Kami berharap program ini bisa terus berjalan dan berkembang,” pungkasnya.(lam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait