Pengerjaan Proyek Wisata Pantai Boom Molor

boom

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pemkab Tuban, Jawa Timur mungkin bangga dengan nilai sejarah yang ada di beberapa titik di wilayahnya. Salah satu diantaranya adalah keberadaan Pantai Boom yang berlokasi di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Kota.

Pantai ini dulu merupakan pelabuhan besar pembuka akses masuknya orang luar di pulau Jawa. Konon, pelabuhan ini pula yang menjadi pijakan pertama pasukan Tar-tar yang akan menyerang kerajaan Kediri.

Untuk mengenang masa kejayaan pelabuhan tersebut, Pemkab Tuban mencoba merenovasi pantai menjadi obyek wisata. Termasuk di dalamnya dipasang sejumlah relief untuk mendiskripsikan kejayaan masa silam.

Sayangnya proyek yang didanai APBD Tuban 2012 sebesar Rp3,5 miliar ini molor tak sesuai target yang ditentukan. Harusnya proyek di bibir pantai yang menjorok ke laut sampai 1 Km ini rampung sebelum 14 November 2012, namun hingga kini ditaksir baru mencapai 85 persen.

“Sebenarnya target awal sebelum perayaan Sunan Bonang kemarin, tapi ada beberapa kendala sehingga pengerjaannya molor,” ujar  Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) lokasi wisata Tuban, Heru Trijatmono.

Baca Juga :   Pemdes Gayam dan Tropis Sosialisasikan Program Agrowisata

Salah satu kendala yang disebutkan adalah, banyak relief dan ukiran yang harus dibuat untuk mengenang cerita sejarah yang berlangsung disana.

Pantauan di lapangan menyebut, perbaikan dilakukan meliputi pintu gerbang masuk wisata. Menggunakan gaya arsitektur khas pantai disertai beberapa pintu sebagai loket dan akses masuk pengunjung.

Pembangunan lainnya meliputi pembuatan sebuah relief yang berada tepat di pintu masuk atau gerbang baru. Dalam relief digambarkan cerita masa lalu yang mewarnai sejarah keberadaan pantai ini. Yaitu, tempat mendaratnya tentara Tar-tar di pelabuhan tersebut.

Relief yang belum selesai itu juga menggambarkan suasana pantai boom yang menjadi tempat singgah pedagang dari mancanegara. Tak lupa juga cerita heroisme perjuangan Adipati Ranggalawe yang pada akhir hayatnya di cap sebagai pemberontak pertama oleh penguasa Majapahit.

Diketahui, pantai Boom Tuban seolah menjadi sejarah tersendiri bagi warga Tuban, Jawa Timur. Kebanggan ini disebabkan beberapa sejarah yangmenunjukkan besarnya pengaruh pelabuhan ini untuk perputaran ekonomi beberapa kerajaan besar yang ada di Jawa, seperti Kerajaan Kediri, Singasari, dan Kerajaan Majapahit. (edp/tbu)

Baca Juga :   Siap Digelar, Silaturahmi Seniman Teater Jogjakarta–Jonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *