SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tropis Indonesia mensosialisasikan program Agrowisata Desa Gayam, Rabu (18/4/2018).
Kegiatan sosialisasi dan lokakarya program aksi kemitraan untuk pemberdayaan masyarakat Desa Gayam yang mengarah di program Agrowisata Gayam tersebut didukung penuh oleh operator Lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Hadir dalam acara yang di pusatkan di balai desa setempat, Kades Gayam Winto, Danpos Ramil Gayam Pelda Sapari, LSM LIMA 2B, Fospora, Yayasan Padang Bulan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat desa setempat.
Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, mengatakan, program agrowisata Gayam ini merupakan program tahun 2017 yang baru akan dilaksanakan pada tahun 2018 ini. Program kemasyarakatan ini diharapkan bisa terus berkelanjutan. Sehingga kedepan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Gayam khususnya dan umumnya bagi masyarakat diluar Desa Gayam.
“Sesuai rencana Agrowisata Gayam ini akan memanfaatkan tanah kas desa (TKD) seluas kurang lebih 9,5 hektar,†kata Winto dalam sambutannya.
Dijelaskan bahwa program kedua berkaitan dengan penanaman tanaman produktif. Salah satu diantaranya adalah tanaman kelengkeng, buah naga dan lain sebagainya.
“Intinya adalah tanaman buah, dan kami mengucapkan terima kasih kepada EMCL atas dukungannya dan juga LSM pendamping program,†ucapnya.
Perwailan EMCL, Ali Mahmud, berharap LSM pendamping program untuk selalu berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam maupun terkait lainnya dalam menjalankan aktivitas tahapan program. Tujuannya agar program berjalan sesuai dengan harapan bersama.
“Semuga program yang didukung EMCL ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,†imbuhnya.
Sementara dalam sambutannya Ketua LSM Tropis Indonesia, Musyadad, mengatakan, dari luas lahan sembilan hektar lebih yang sudah siap untuk ditanami kelengkeng seluas sekira tiga hektar.
“Jika kondisi semuanya normal tanaman kelengkeng ini dua tahun sudah bisa dipanen,†ujar pria yang juga tokoh masyarakat Desa Gayam ini.
Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Karang Taruna Desa Gayam sebagai pengelola nantinya agar mampu menjalankan dengan baik dan punya kreativitas untuk mengembangkan Agrowisata Gayam. Tujuannya agar dapat menarik perhatian para wisatawan. Sehingga dapat menghasilkan pendapatan yang maksimal.Â
“Terkait program Agrowisata Gayam ini, Tropis hanya sebagai pendamping saja,†pungkasnya.(sam) Â