SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo-Ainur Rofik
Tuban – Ribuan pelajar di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur, turun ke jalan. Mereka menggelar aksi mengecam serangan Israel terhadap Palestina, Jum’at (23/11/2012). Agresi itu dinilai bertentangan prikemanusian karena telah mengakibatkan banyak nyawa melayang.
Di Tuban, akis ini diikuti lebih dari seribu pelajar yang tergabung dalam Forum Komunikasi Sekolah Islam (FKSI). Massa mengawali aksinya dengan berkumpul di depan markas Kompi Senapan C 521 Tuban.
Dalam akisnya, para pelajar yang didampingi guru itu membentangkan poster dan berorasi mengecam kebiadaban Israel dan memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina.
“Kami berdoa, semoga Palestina bebas dari jajahan bangsa Israel,” ujar Voni (13), salah satu pelajar yang mengikuti aksi.
Pelajar juga menyerukan, agar negara Yahudi (Israel)Â segera menghentikan serangan sekarang juga. Sebab sudah banyak nyawa anak-anak dan perempuan yang menjadi korban.
“Kami menyatakan penolakan atas serangan yang telah memakan banyak korban tersebut,” tegas Rohman, salah satu guru dalam orasinya.
Puas berorasi, pelajar kemudian melakukan shalat ghaib secara berjamaah dibundaran disekitar bundaran Patung Letda Sutjipto. Kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan tanda tangan dan uang sumbangan yang rencannya dikirimkan langsung ke Palestina.
Dikonfirmasi, Koordinator aksi Midarririn Muharini mengatakan aksi ini sebagai bentuk pembelajaran kepada siswa untuk menanamkan sikap kepedulian kepada sesama. Selain itu, siswa juga diajak untuk mengamalkan Pembukaan UUD 45 yang dalam salah satu alineanya menyatakan kecaman setiap bentuk penjajahan.
“Kemerdekaan adalah hak dari setiap bangsa, dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan,” ujar Ririn menyebutkan salah satu alinea dari pembukaan UUD 45.
Diketahui, massa aksi yang tergabung dalam FKSI terdiri dari beberapa lembaga pendidikan Islam di Tuban. Diantaranya adalah Al-Uswah, Insan Kamil dan Hidayatunnajah. Ketiga lembaga ini mengerahkan siswanya dari tingkatan Play Group (PG), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Setelah mendatangi gedung DPRD Tuban untuk menyerahkan seribu tanda tangan penolakan serangan Israel ke salah satu anggota DPRD Tuban, pelajar kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Sementara aksi serupa juga dilakikan pelajar di Bojonegoro. Aksi ini diikuti ratusan pelajar dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Permata. Mereka menggelar aksi dengan turun jalan dari SDIT Jalan Kolenel sugiono – Jalan Panglima Polim – Bundaran Adipura di Keluarahan Sumbang, Kecamatan Kota Bojonegoro.
Dalam aksi simpatik ini para pelajar juga melakukan pengalangan dana kepada setiap pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut. Rencananya dana tersebut akan di gunakan untuk membantu para korban di palestina.
Selain itu, para pelajar juga mengelar aksi teatrikal, membacakan puisi dan menyanyikan lagu tentang dukung palestina.
Kepala SDIT Insan Permata, Siswandi mengatakan, bahwa aksi ini guna mendukung perjungan dan wujud kepedulian kepada palestina. â€Serangan Israel terhadap palestina tidak sesuai dengan pembukaan UUD 1945,†tegasnya. (edp/rof)