SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi air dari sumur di dalam lokasi Pad B, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, milik Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Rabu (13/11/2014). Penyebabnya, air bantuan operator yang dialirkan melalui pipa itu berubah keruh dan menguning seperti karatan.
Salah satu warga RT 4 RW 2, Mbah Samijo, mengatakan, bantuan air dari oleh JOB P-PEJ sudah berlangsung cukup lama sebagai salah satu bantuan air bersih. Namun sejak dua minggu terakhir ini warna air tak jernih lagi.Â
“Semakin lama dibiarkan, semakin keruh seperti karatan,†ujarnya sambil menunjukkan air yang ditampung dalam bak kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa selain tetap menggunakan air tersebut untuk konsumsi sehari-hari. Selain sumber mata air dari sekitar rumah mengering, dia tidak mampu membeli air isi ulang.
“Kalau rasanya ya tidak ada yang aneh, meski takut tetap kami gunakan memasak dan minum sehari-hari,” ujarnya.
Ketua RT 4, Komari, membenarkan kondisi air dari pipa milik JOB P-PEJ berwarna keruh. Namun berbeda dengan MBah Samijo, Komari masih mampu membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Banyak warga saya yang sudah lapor, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena JOB P-PEJ sendiri tidak merespon,†sambung Komari.
Data diperoleh suarabanyuurip.com dilapangan, penyebab keruhnya air bersih yang disalurkan ke rumah warga tersebut dikarenakan pihak JOB P-PEJ mengganti pipa saluran air dari dalam lokasi Pad B dengan pipa bekas berkarat bekas minyak yang tidak layak dipakai.
Field administration Superintendant JOB P-PEJ Basith Syarwani, mengaku belum mengetahui hal tersebut karena masih off di jakarta.
“Saya masih off dan sekarang di Jakarta,â€pungkasnya.(rien)