Sumur Migas Sokowati Merembet Kota Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Sebagian warga wilayah Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah mendengar rencana pengembangan lapangan migas Sukowati, Blok Tuban hingga wilayah kota Bojonegoro. Akan tetapi tak semua warga setuju tanahnya dibebaskan untuk proyek migas.

Sejumlah warga yang ditemui menyatakan, sebenarnya mereka telah mendengar dan mengetahui tentang pengembangan Sukowati ke perkampungannya. Mereka juga sangat mafhum jika di bawah bumi yang mereka pijak setiap hari ternyata mengandung minyak.  

“Kalau lokasinya yang ada minyaknya di sebelah sana, Mas,” kata Sukir, saat ditemui SuaraBanyuurip.com, Jum’at (23/11/2012).

Pria yang bekerja sebagai supir panggilan itu mengatakan, jika pembebasan lahan belum berhasil karena ada sejumlah kendala. “Kalau pemilik lahan yang ada minyaknya sudah sepakat dijual, tetapi lahan warga lain disekitarnya tidak ada sepakat,” katanya.

Menurut dia, warga meminta harga yang sama dengan pemilik lahan yang  ada kandungan minyaknya. Sebab, lahan di sekitarnya juga terkena imbas.

Selain itu, lanjut dia, lokasi tersebut dinilai akan bersinggungan dengan perkembangan pembangunan di sekitarnya. “Selain melewati rumah warga, beberapa hotel akan dikembangkan disini,” ujarnya.

Baca Juga :   Mediasi Buruh Migas Ditunda

Menanggapi hal ini, Field Admin Superintendant Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Hananto Aji, mengatakan, alternatif pengembangan Lapangan Sukowati ke perkotaan digambarkan menjadi bentuk segitiga. Antara Desa Ngrowo, dan Sukorejo, Kecamatan Kota serta Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

“Pokoknya alternatif diantara tiga desa itu,” ujar Hananto. (roz)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *