SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak lima warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendatangi lokasi proyek pipa minyak Blok Cepu yang dikerjakan Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, Jum’at (23/11/2012) siang. Mereka menuntut agar dipekerjakan dalam proyek tersebut.
Informasi yang didapat dilapangan menyebutkan, kedatangan lima warga di lokasi proyek yang dikerjakan kontraktor engineering procurement and construction (EPC) – 2 Banyuurip di Desa Gayam itu dikarenakan IKPT tidak melakukan sosialisasi sebelum melakukan pekerjaan.
Rakip, warga Dukuh Kaliglonggong, Desa Gayam mengungkapkan, IKPT tidak pernah melakukan sosialisasi terlebih dulu sebelum melakukan pengerjaan proyek yang ditanganinya. Selain itu IKPT dinilai tidak terbuka kepada warga lokal dalam rekruitmen tenaga kerja.
“Saya dan ke-empat teman tidak demo mas, tapi meminta pekerjaan sesuai dengan keahlian kita masing-masing. Alhamdulillah disepakati oleh IKPT,” kata Rakip kepada SuaraBanyuurip seusai mendatangi lokasi proyek, jum’at (23/11/2012).
Dia menjelaskan, ada tujuh warga yang langsung direkrut menjadi petugas keamanan (PK). Lain itu, rencananya juga ada warga yang akan direkrut menjadi security dan tenaga pembantu lainnya.
“Selain tujuh orang yang sudah direkrut itu, masih dikoordinasikan dengan menejemen. Tapi kita tetap diminta mengirimkan surat lamaran kepada IKPT,” jelasnya.
Terpisah, Hubungan Masyarakat (Humas) IKPT, Soenarto ketika dikonfirmasi melalui pesan pendeknya belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.
Untuk diketahui, IKPT merupakan kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, yang mengerjakan pipanisasi darat 20 inchi sepanjang 72 kilo meter mulai Lapangan Minyak Banyuurip di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam hingga bibir Pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jatim.(sam/suko)