SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator migas Blok Tuban mengaku belum mengajukan perpanjangan kontrak untuk pengelolaan sumur migas Sukowati karena belum ada persiapan.
“Kita belum mengajukan. Sebab untuk mengajukan harus ada klausul-klausul yang harus disiapkan,” kata Field Admin Superintendent JOB P-PEJ, Hananto Aji.
Selain itu, menurut dia, habisnya masa kontrak masih belum terlalu dekat. Namun begitu dalam pengajuan kontrak tersebut nantinya akan melibatkan BUMD dengan Pertamina.”Rencana begitu,” ucapnya.
Terlepas dari itu, pihaknya menyatakan akan tetap fokus mengembangkan Lapangan Sukowati. Hal itu dia tegaskan dengan alasannya mengajukan rencana kerja pada tahun 2013 mendatang.
“Beberapa program kerjanya sudah kita siapkan, diantaranya untuk peningkatan jumlah produksi dan pengembangan sukowati,” kata dia menjelaskan.
Rencana kerja itu rencananya tidak diajukan kepada BP.Migas karena telah dibubarkan. Melainkan menunggu sementara waktu perkembangan prosedur dari pemerintah. Sebab dibentuknya Satuan Kerja Sementara Pelaksana (SKSP) Hulu Migas sebagai pengganti BP. Migas sekarang ini hanya bersifat sementara.
“Dulunya mau ke BP.Migas, lha kok malah bubar. Sementara kita ikuti dulu aturanya, yang penting tidak vakum,” pungkas Hananto.
Untuk diketahui, kontrak JOB P-PEJ berakhir pada tahun 2018 mendatang. Sementara produksi migas sukowati sendiri masih bertahan hingga 40.000 barel per hari (bph). Saat ini JOB P-PEJ terus melakukan sejumlah upaya pengembangan. Salah satunya untuk well pad C yang masih mengalami beberapa kendala diantara peraturan daerah (Perda) rencana detail tata ruang kota (RDRTK) kawasan migas yang belum disahkan pemerintah daerah Bojonegoro. (roz/suko)