Pelaku UKM Lamongan Harapkan Pembinaan Berkelanjutan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Dinas Industri Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar pembinaan peningkatan penggunaan barang/produk dalam negeri kepada ratusan usaha kecil menengah (UKM) di wilayah tersebut yang dipusatkan di Gedung P-KPRI, Selasa (27/11/2012).  Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) para pelaku UKM agar mampu mengembangkan usahanya.

Dalam pembinaan ini menghadirkan pemateri dari P3DN Jawa Timur, Suhanto.  Berbagai strategi tentang  pengembangan UKM dikupas habis. Selain itu, yang membuat peserta antusias, Suhanto memberikan jurus-jurus jitu agar produk yang dihasilkan para perajin bisa berkompetisi dipasaran nasional maupun regional.

“Walau dari kota kecil Lamongan, namun bapak ibu harus berbangga diri karena produk kerajinan kita sudah banyak dikenal luas skala nasional maupun internasional,” kata Suhanto.

Menurut dia, dengan semakin diterimanya produk lamongan membuktikan bahwa masyarakat Indonesia telah tumbuh kesadarannya untuk mencintai produk bangsa sendiri.

Dalam acara tersebut dimanfaatkan oleh peserta menyampaikan keluhan sekaligus kritikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan yang belum sepenuhnya mendukung usaha pelaku UKM. Diantaranya tentang masih sulitnya perijinan usaha, promosi dan fasilitas marketing lainnya.

Baca Juga :   Anugerahkan SNI, Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional

Miftakhul Khoiri, seorang pengrajin kain tenun dari Desa parengan, Kecamatan Maduran, misalnya, mengusulkan agar Pemkab Lamongan lebih memantapkan Komunitas pengrajin dan pengusaha Lamongan (KOPPELA).

“Perlu adanya pembinaan yang lebih intens juga penjaringan anggota baru. Karena masih banyak pengrajin kecil disini yang belum tercover,” sergah Miftakhul.

Lain halnya dengan Achmad Abadi, seorang pengusaha cemilan dari Plaosan, Kecamatan Babat. Ia mengungkapkan bila perhatian Pemkab kepada pelaku UKM sudah lumayan bagus. Diberbagai even pameran, Pemkab Lamongan selalu menyertakan kerajinan dan hasil industri putra daerah.

“Tinggal kontinyuitas yang diharapkan dari Pemkab agar para pelaku UKM benar-benar merasa diperhatikan nasibnya,” harap Abadi.

Untuk mendukung pemasaran produk UKM, Pemkab Lamongan sebenarnya telah membangun Show Room UKM megah dalam kompleks kantor Dinas Industri Perdagangan dan Koperasi. Di tempat ini dapat ditemui produk khas Lamongan seperti miniatur kapal Vinici produk Brondong, kerajinan tas dan sandal dari enceng gondok dan batok kelapa, kerudung dari Karang Binangun, Batik dari Paciran dan berbagai camilan dari Kedung Pring.

Baca Juga :   Pengunjung Bojonegoro Wastra Batik Festival Hari Pertama Capai 11.379 Orang, Catatkan Transaksi Penjualan Rp 235.445.000

Selain di Lamongan, Pemkab juga memiliki dua show room UKM di Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan membuka perwakilan di Cempaka Putih Jakarta. (tok/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *