Diknaspora Lamongan Terkesan Biarkan Pelajar Bolos

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Pelajar SMK/SMA di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang kluyuran saat jam sekolah semakin marak. Budaya bolos sekolah itu belum mendapat tindakan represif dari pihak sekolah atau instansi terkait di wilayah tersebut.

Pantauan SuaraBanyuurip, ada beberapa tempat yang banyak digunakan para pelajar untuk kongkow saat jam pelajaran disekolah. Diantaranya di pipa air Petrokimia Gresik, jembatan Babat, Pasar Agrobis dan warung kopi didekat kompleks sekolah.  

Ditempat-tempat tersebut para pelajar biasanya  cangkruk secara berkelompok 3-5 orang. Selain bersenda gurau, mereka tampak begitu asyik merokok. Seperti dijalur pipa air petrokimia di Desa Plaosan, ada dua kelompok pelajar sedang cangkrukan, duduk dijok motor dan diatas pipa. Hampir semua pelajar itu merokok.

Lokasi pipa air Petrokimia Gresik ini menjadi tempat favorit pelajar untuk membolos. Sebab jalur lokasi ini kondisinya sepi. Sehingga membuat para pelajar merasa nyaman untuk membolos.

Ketika SuaraBanyuurip bertanya mengapa mereka tidak masuk sekolah, beberapa pelajar berpakaian katerpak ( pakaian seragam untuk praktek di SMK) justru menjawab dengan bentakan. “ Lha opo Mas urus-urus barang?( kenapa mengurusi orang lain?),” kata seorang pelajar.

Baca Juga :   Nurhadi Guru SMPN 1 Gayam Juarai Lomba Geogebra Tingkat Nasional

Aksi pelajar di pipa air Petrokimia Gresik ini sebenarnya sudah membuat risish warga Trapean. Meski wilayah tersebut masuk Desa Plaosan, namun pemandangan anak muda berseragam sekolah di waktu jam pelajaran sering dijumpai warga Trapean.

“Walau bukan masuk desa Trepan, sebenarnya saya risih melihat anak-anak kumpul-kumpul dipipa air itu,” ujar Baiti, Kepala Desa Trepan.

Baiti mengungkapkan, pihak pemerintah desa bersama tokoh masyarakat sebenarnya sudah beberapa kali melakukan sweping para pelajar disepanjang jalur Petrokimia itu. Namun para pelajar tersebut terkesan tidak takut karena  setiap hari mereka masih ditemui sedang bolos di lokasi pipa air.

“Saya harapkan dinas pendidikan (Disdik) dan instansi terkait segera melakukan razia. Sebab selama ini saya melihat mereka (pelajar bolos) terkesan dibiarkan,” harap Baiti.

Selain pipa air Petrokimia, lokasi lain yang menjadi tempat ngetem disaat jam sekolah yaitu dibawah jembatan babat dan dipasar agrobis. Yang memprihatinkan lagi, banyak pelajar yang mblegar (tidak mengikuti pelajaran) maupun bolos sekolah menggunakan warung kopi yang lokasinya tak jauh dari kompleks sekolah. Seperti yang terlihat di sekitar SMK Muhammadiyah, Babat. Sebuah warkop disebelah barat, berjarak hanya 200 meter dari SMK Muhammadiyah penuh anak-anak berseragam sekolah menikmati kopi sambil merokok disaat jam sekolah.

Baca Juga :   Selain dapat Beasiswa, Kuliah Jurusan Kimia dan Ilmu Lingkungan Unigoro Punya Prospek Kerja Bagus

“Sering saya melakukan patroli ke pipa air Petro. Kalau terbukti ada anak SMK PGRI yang mblegar atau mbolos pihak sekolah langsung menjatuhkan sangsi tegas,” sambung Wakil Kepala Kurikulum SMK PGRI Babat, Ismail.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Olah raga (Diknaspora) Lamongan melalui Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan Kantor Humas, Arif Bahtiyar, tentang maraknya anak yang keluyuran dijam pelajaran sekolah enggan memberikan berkomentar banyak. Sebab Ia mengaku belum mengetahui secara pasti dimana pelajar tersebut bersekolah.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *