SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Jalan utama menuju pemboran migas Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu, khususnya yang memasuki jalan Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kian memprihatinkan. Disepanjang jalan itu hampir semua aspal di badan jalan retak sehingga membahayakan pengguna jalan.
Dari pantauan, kerusakaan itu merata terjadi mulai perempatan Pasar Desa Gayam hingga pertigaan Dusun Gledekan, Desa Mojodelik. Badan jalan retak memanjang hingga selebar sekira enam senti meter dengan kedalaman lima centi meter. Selain itu banyak juga badan yang berlubang karena aspalnya terkelupas.
Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih empat kilo meter itu terjadi hampir satu tahun. Kondisi itu diperparah dengan meningkatnya intensitas kendaraan proyek maupun operasional kontraktor yang mengerjakan proyek Banyuurip sejak empat bulan lalu.
Kerusakan jalan itu sangat membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara motor. Sebab jika pengendara tidak berhati-hati roda kendaraan bisa masuk kedalam lubang jalan yang retak dan bisa terpelating.
“Apalagi kalau malam hari bahaya sekali, mas. Gak ada lampu di sepanjang jalan ini,†kata Ngali salah satu warga Desa Gayam kepada SuaraBanyuurip, Rabu (28/2011).
Dia berharap, operator maupun kontraktor yang mengerjakan proyek migas Banyuurip segera memperbaiki jalan tersebut untuk menghindari kecelakaan.
Senada juga disampaikan Kapolsek Gayam, Ajun Komisari Polisi Sudirman. Menurutnya, kerusakan jalan menjadi salah satu faktor penyebab utama kecelakaan lalu lintas.
“Jangan sampai ada kecelakaan, baru jalan diperbaiki. Lebih itu diantisipasi sejak awal,†sambung Sudirman.
Apalagi, rencananya, jalan Gayam menuju Sumur Gas Jambaran itu akan dilalui kendaraan besar seperti PPLI yang mengangkut limah dari sumur gas di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. (sam)