Pengiriman BBM di Lamongan Masih Telat

spbu laongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Meski kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sudah bisa teratasi, namun masih terjadi keterlambatan pengiriman. Akibatnya, banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terpaksa tutup hingga beberapa jam.

Dari pantauan SuaraBanyuurip, Rabu (28/11/2012), di beberapa SPBU di jalur Lamongan-Babat sejak pagi sudah kembali normal melayani pembelian minyak. Tidak ada SPBU yang tutup karena habisnya stok BBM. Namun sekitar jam 12.00, beberapa SPBU sudah kehabisan stok solar. Dipintu masuk SPBU ditandai dengan tulisan “ Maaf Solar Habis”.

Seperti yang terjadi di SPBU Jalan Raya Plaosan dan Jalan Raya Sumurgenuk. Pagi hari masih bisa melayani pembeli namun beranjak siang, stok solar sudah habis.

“Minyak solar memang cepat habis, karena pembelian solar lebih banyak dari premium dan pertamak, “ ujar seorang petugas di SPBU 5462209 jalan raya Plaosan.

Tingginya pembelian solar di wilayah Lamongan ini dikarenakan banyaknya mobil bermesin diesel. Lain itu juga banyaknya pembeli dari penjual BBM eceran yang membeli solar untuk melayani permintaan petani sebagai bahan bakar traktor untuk mengawali musim tanam tahun ini.

Baca Juga :   Shelter Bantuan JOB P-PEJ Mangkrak

Karena tidak seimbangnya pengiriman dan tingginya permintaan solar terpaksa beberapa hari SPBU Plaosan menolak pembelian dengan jirigen atau drum. Petugas SBPU mengaku, selama seminggu lalu, terjadi kelangkaan bahan bakar minyak sehingga SPBU Plaosan sering tutup. Namun mulai hari ini pengiriman BBM dari Pertamina Surabaya sudah normal meskipun masih terjadi keterlambatan hingga beberapa jam.

“ Ini sms dari pertamina memberitahukan penebusan (pembelian BBM) sudah normal,” kata petugas yang tidak mau ditulis namanya sambil menunjukkan no HP 08111XXX milik Pertamina tertulis pemberitahuaan jika penebusan BBM sudah berjalan normal.

Untuk diketahui, SPBU di Plaosan milik pengusaha dari Surabaya ini setiap harinya menghabiskan 16.000 liter untuk masing-masing premium, solar dan pertamak. Namun yang paling cepat habis adalah solar. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *