SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pemasangan pipa milik perusahaan daerah air minum (PDAM) di Jalan Raya Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dikeluhkan pengguna jalan dan masyarakat. Sebab selain sering menimbulkan macet, sisa tanah galian untuk menanam pipa masih dibiarkan berserakan dibahu jalan.
Dari pantuan, tanah bekas galian pipa PDAM itu masih memenuhi bahu jalan disepanjang pemasangan pipa mulai Lamongan – Babat. Selain itu sejumlah alat berat juga terparkir dipingir jalan. Pengguna pun jalan harus lebih bersabar dan berhati-hati bila melintas di jalan ini. Sebab adanya aktifitas pekerja dan tumpukan kerap menimbulkan kemacetan.
“ Setiap hari sering terjadi kemacetan mas. Karena pemasangan pipa memakan hampir separuh jalan, “ kata Riyadi warga Kesambi kepada SuaraBanyuurip, Kamis (29/11/2012).
 Dia berharap, agar petugas PDAM atau kontraktor yang mengerjakan pipa air itu tidak menumpuk tanah di bahu jalan. Sebab sisa-sisa tanah penggalian yang melekat di atas jalan raya dikahawatirkan dapat membahayakan keselamatan penngguna jalan, khususnya pengendara motor.
“Apalagi sekarang musim hujan, kondisi jalannya jadi licin. Kalau ndak hati-hati bisa terpelanting jatuh,†pungkas Riyadi. (tok)