Proyek EPC-3 Banyuurip Resahkan Nelayan Tuban

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Rencana pipanisasi dan pembangunan menara tambat yang dilaksanakan Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – LIKPIN, kontraktor proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement and constructions/EPC) – 3 Banyuurip, Blok Cepu, mulai awal 2013 mendatang, membuat cemas nelayan yang berada dikawasan Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Mereka mengaku khawatir proyek tersebut akan mempengaruhi turunnya hasil tangkapan ikan di perairan laut utara tersebut.

“Kami hanya berkeinginan, kalau pipa minyak itu jadi dipasang, tangkapan nelayan tidak terpengaruh,” ujar Pardi (42), seorang nelayan yang ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Palang, Jum’at (30/11/2012).

Menurut gambaran Pardi, saat pipanisasi diperairan tersebut dilakukan ikan-ikan dan habitat laut yang ada disekitar lokasi akan semakin menjauh karena banyaknya aktifitas ditempat tersebut. Itu berarti, kata dia, para nelayan harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan.

Dampak ini, lanjut Pardi, akan sangat dirasakan oleh nelayan yang menggunakan perahu kecil. Karena biasanya mereka hanya berangkat sebelum matahari terbit dan kembali saat menjelang siang. Praktis, dengan waktu yang singkat dan perahu yang kecil itu para nelayan hanya bisa menempuh jarak beberapa mil saja.

Baca Juga :   Bupati Suyoto Kembali Beri Motivasi Pekerja Blok Cepu

“Kalau perahu kecil, kita harus mencari tempat yang baru untuk menangkap ikan,” tambah Pardi.

Untuk itu, dia berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dan perusahaan yang mengerjakan pipanisasi bawah laut untuk memikirkan nasib para nelayan. Yaitu dengan memberikan solusi atas ancaman menurunnya tangkapan ikan apabila proyek tersebut mulai dikerjakan.

Para nelayan sebenarnya sudah menyadari, tidak mungkin mereka bisa terlibat dalam proyek tersebut. Sebab selain pendidikan yang tidak mendukung juga karena kemampuan mereka dibidang tersebut yang tidak punya.
“Kami tahu tidak mungkin bekerja disana, karena memang pendidikan sekolah kami tidak mencukupi,” tambah Heri (24), nelayan lainnya.

Diketahui, proyek EPC 3 – Banyuurip akan dimulai awal tahun 2013 mendatang. Rencananya, proyek tersebut akan memasang pipa minyak MCL dibawah laut hingga 23 kilometer dan menara tambat ditengah laut utara Tuban. Proyek ini akan berjalan selama 28 bulan sejak kontrak ditandatangani pada 1 Nopember 2011 lalu.

“Proyek EPC 3 akan dimulai sekitar awal tahun 2013 ini,” ujar Deputi Developmet Manager Mcl Elviera Putri saat dikonfimasi melalui telponnya. (edp)

Baca Juga :   108 Peserta Apprentice Program PEPC Siap Jalani Masa Pendidikan di PEM Akamigas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *