SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Tidak berfungsinya lampu penerangan jalan di sepanjang jalan kabupaten di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selama hampir 4 tahun dikeluhkan warga setempat. Sebab matinya lampu jalan itu membuat jalan utama warga desa Ring 1 Sumur Sukowati, Blok Tuban, menjadi gelap gulita.
Warga Ngampel sebenarnya sudah menanyakan masalah tersebut kepada operator Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java(JOBP-PEJ), operator migas Blok Tuban. Namun, menurut warga, lampu penerangan jalan tersebut tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
“Kami bingung, karena saling lempar. Ya terpaksa saya wadul Bupati disini,” kata salah satu warga Desa Ngampel, Syamsul,(40), di acara dialog Jum’at di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, (30/11/2012) siang tadi.
Syamsul mengungkapkan, tahun 2007 silam, JOB P-PEJ memasang hampir 15 tiang lampu untuk penerangan jalan disepanjang jalan poros desa sekitar Lapangan Migas Sukowati. Namun hanya dipasang saja tanpa dinyalakan.
“Kami juga pernah pernah melapor DPU, hanya dijawab iya, tapi lampu tetap dibiarkan mati. Pernah lampu itu menyala, tapi matinya lebih lama daripada hidupnya,” ujar pria yang juga salah satu tokoh masyarakat Desa Ngampel ini.
Menurut Samsyul, warga Ngampel sebenarnya banyak yang ingin melaporkan permasalahan lambatnya penanganan lampu penerangan jalan itu kepada Bupati Suyoto. Sebab lampu penerangan jalan itu dibutuhkan warga, khususnya ibu-ibu yang mulai beraktifitas mulai pukul 04.00 WIB. Sebab jalan disekitar desa sepi dan melewati areal persawahan.
“Kami hanya ingin memastikan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab terhadap penerangan lampu jalan ini,†tegasnya.
Terpisah, Kepala DPU Bojonegoro, Andy Tjandra mengatakan, pihaknya akan segera mengecek ke lapangan.
“Kami sudah mengumpulkan komponen-komponen agar lampu-lampu tersebut menyala kembali,†janjinya. (rin)