SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Jalan Bulaksari yang menjadi akses utama MAN Babat dan SMK PGRI Babat, sudah dua tahun rusak parah. Namun sampai sekarang pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, belum berencananya membangunnya.
Padahal, selain dilewati sekira 1.500 pelajar, jalan poros desa tersebut merupakan akses utama masyarakat Desa Kuripan dan Desa Gendong.
Pantauan Suara Banyuurip, kerusakan parah terjadi badan jalan sekira sepanjang satu kilometer. Jalan tidak bisa dilewati karena kondisi aspal mengelupas. Tampak batu-batu yang menonjol. Selain itu dibeberapa titik, badan jalan juga berlubang. Dimusim penghujan sekarang ini, lubang jalan tersebut menjadi genangan air.
Akibatnya, pelajar maupun masyarakat merasa tidak nyaman jika melewati jalan itu. Selain itu arus transportasi di wilayah tersebut juga menjadi tidak lancar.
“Biasanya kalau pagi dan siang saat anak berangkat dan pulang sekolah, jalan tersebut selalu padat. Karena saling berebutan untuk lewat, anak-anak harus hati-hati kalau lewat jalan rusak tersebut kalau tidak ingin jatuh. “ ujar seorang guru SMK PGRI Babat.
Kasek SMK PGRI Babat, Nurul Hilal menyayangkan buruknya kondisi jalan yang sudah dua tahun tidak segera ditangani Pemkab. “Seyogyanya segera dibangun, karena ruas jalan tersebut menjadi transportasi utama warga dan anak sekolah.Jangan menunggu korban jatuh dulu baru dibangun “ harap Hilal.
Untuk diketahui, di MAN Babat jumlah siswanya ada sekitar 1000 siswa. Sedang di SMK PGRI Babat sekitar 500 siswa. (tok)