SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak 51 makam warga di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dibongkar mulai, Minggu (2/12/2012). Puluhan makam itu dibongkar karena terkena proyek dauble track ( rel ganda) kereta api jalur Surabaya-Semarang.
Pantauan SuaraBanyuurip menyebut, puluhan makam yang dibongkar itu berada dekat dengan proyek double track. Rata-rata jenazah yang dibongkar telah dikubur selama lima belas hingga 20 tahun lebih.
Sebelum dilakukan pembongkaran makam sudah dilakukan musyawarah antara ahli waris dengan perusahaan yang mengerjakan proyek dauble track tersebut. Kesepakatan yang dihasilkan, ahli waris memperoleh ganti untung sejumlah Rp. 3 juta untuk setiap satu makam senilai tiga juta rupiah.
Sugeng, warga Desa Beged mengatakan, dalam pembongkaran makam itu dilakukan 16 orang dengan dibagi tiga kelompok. Yakni, kelompok satu sejumlah tiga orang, kelompok dua tujuh orang dan kelompok tiga sebanyak enam orang.
“Masing-masing kelompok ada yang bisa membongkar 10 sampai 12 makam,” kata Sugeng salah satu ahli waris yang dijumpai dilokasi pembongkaran makam, Senin (3/12/2012).
Dia menjelaskan, untuk pembongkaran satu makam mereka mendapat upah Rp. 900.000. Dengan rincian, Rp 600.000 untuk jasa pembongkar makam dan Rp. 300.000 untuk biaya beli kain kafan dan biaya ngaji (tahlilan).
“Yang bongkar tidak harus keluarganya sendiri. Yang penting ahli waris yang terkena gusuran,” ucap Sugeng menerangkan.
H. Karno, ahli waris makam lainnya menambahkan, dari 51 makam yang akan dibongkar, hingga saat ini sudah 22 makam yang berhasil dipindahkan.
“Mindahnya hanya digeser saja. Dari titik makam awal digeser sekira 3 sampai 5 meter kearah selatan. Yang terpentinga sudah jauh dari lokasi pelebaran, Mas,” imbuhnya.(Sam)