Sebagian orang meyakini dengan mengikuti ritual haul di makam auliya bakal mendapatkan berkah. Haul Habib Idrus pun menjadi warna tersendiri di kompleks ladang migas Blok Cepu.
MATAHARI masih belum tinggi ketika ribuan peziarah memadati komplek makam Habib Idrus bin Sholeh Al-Jufri, di Desa Katur, Kecamaan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka datang dari berbagai daerah di tanah air, untuk mengirim doa dan tentunya dengan beragam pengharapan, ketika bersimpuh di makam tokoh syiar Islam tersebut.
Dari pelat nomor mobil yang terpakir di sekitar makam, tampak mereka dari wilayah Kbaupaten Tuban, Lamongan, Surabaya. Terlihat pula dari wilayah Blora, dan Pekalongan, Jawa Tengah.
Mereka antri berdesakan di halaman aula makam sang habib. Bergiliran duduk di kursi yang disiapkan untuk satu persatu memasuki makam.
Langit di atas kompleks makam membiru. Meski tampak awan berarak, namun tak sampai terhenti hingga tak perlu mengundang kecemasan peziarah. Gerah udara di desa ring 1 ladang migas Blok Cepu itu tak dihiraukan. Apalagi setelah larik-larik syair Illahi dari grup musik Hadrah, kian meghadirkan rasa tentram para peziarah.
Kemeriahan komplek makam dalam perhelatan Haul Habib Idrus, Â dan Mbah Buyud Joyo Sosro Tirto tersebut menarik perhatian warga ring 1. Gelaran bernuansa religi ini mengundang pedagang dadakan dari desa setempat, pula dari wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mereka menggelar lapak berjualan mainan anak-anak untuk mengais keuntungan.
Tak berbeda dengan ritual haul di makam para wali dan auliya lainnya. Haul di desa Blok Cepu ini, juga menjadi ajang ngalap berkah.
Terlihat warna-warni mainan dari karet yang diisi udara dengan ditali benang warna putih itu, telah memikat hati anak-anak yang sedang melihat acara haul. Sontak, sekitar lima penjual mainan itu dikerumuni ibu-ibu yang menghantar anaknya untuk membelikan mainan.
Seorang pedagang mainan anak-anak asal Cepu, Blora, Heri, mengaku, sangat memberikan keuntungan banyak dibandingkan hari-hari biasa jualan dolanan anak-anak di pasaran.
“Alhamdulillah di haul Habib Idrus bin Al-Jufri dan mbah Buyud Joyo Sosro Tirto ini memberikan barokah juga bagi saya. Sebab, biasanya bisa laku tujuh biji balon saja sudah ngoyo banget, Mas. Di acara haul ini bisa mencapai lebih dari 30 biji balon dengan harga Rp10.000 per balon,” kata Heri ketika ditanya saat melayani pembeli akhir bulan November 2012 lalu.
Sambil mengusap keringat yang membasahi wajahnya, bapak satu anak ini menjelaskan, bekerja sebagai penjual dolanan anak-anak itu dialami sudah sekitar tiga tahunan. Karena, mau bekerja lain tidak ada pengalaman yang memadahi.
“Meski jadi penjual mainan anak-anak saya syukuri, sebab mau melamar kerja di perminyakan juga tidak punya keahlian. Kita kan punya rejeki dan nasib sendiri-sendiri,” jelasnya.
Lelaki ini berharap setelah setelah jualan di haul Habib Idrus bakal membawa berkah untuk jualan di hari kemudian. “Semoga saja berkah akan mengikuti saya setelah ikut haul disini, Mas,†imbuhnya. (samian sasongko)