SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Proses ijin gangguan (HO), dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) proyek lanjutan sumur migas Tiung Biru (TBR) A, dan TBR B, Blok Gundih, oleh Pertamina EPÂ di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga kini belum ada ujungnya.
Kepala Badan Perijinan, Bambang Waluyo, menyatakan operator Blok Gundih ini meminta pihaknya agar menunda proses perijinan baik HO dan IMB untuk Tiung Biru (TBR) A dan B, meskipun persyaratan sudah masuk pada tahun 2011 silam.
“Ya mereka mengajukan ijin untuk tiga sumur yaitu TBR A, B, dan C, tapi untuk TBR C sudah selesai semua, tinggal dua itu,†kata Bambang, Rabu (5/12/2012).
Meskipun begitu tidak ada sanksi atau peringatan dari Pemkab Bojonegoro terutama Badan Perijinan atas penundaan ijin tersebut, dengan alasan belum beroperasinya kedua sumur. Hanya saja penundaan ini diindikasi menghindari denda jika semua ijin diterbitkan.
“ Tidak ada peringatan apa-apa, saya kan waktu menerima berkas ini masih baru menjabat Kepala Badan Perijinan, jadi proses awalnya dengan pejabat terdahulu. Sekarang hanya melanjutkan saja, meskipun begitu mereka sudah ada niat untuk memproses ijin, jadi tetap kita tunggu,†tukasnya.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, penundaan itu dikarenakan ada kesalahfahaman dalam kepengurusan ijin. Awalnya Pertamina EP menganggap telah menyelesaikan dengan Kementrian Kehutanan, namun setelah ada pengertian dari Pemerintah Daerah akhirnya diproses ulang.
“Tapi saya kurang jelas karena itu internal sana, kami hanya melayani kepengurusan ijin,†sergahnya.
Tidak dijelaskan sampai kapan ijin HO dan IMB tersebut akan segera terselesaikan. Namun tetap menunggu informasi lebih lanjut dari pihak Pertamina EP untuk penyelesaian proses ijin tersebut.
Terpisah, Manager Humas Pertamina EP, Agus Amperiyanto, belum mengetahui hal tersebut karena tidak semua urusan ada di tangannya. “Wah, saya belum tahu masalah itu, tapi ada perubahan UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) sehingga perlu perbaikan, coba hubungi Tiara yang bertugas di lapangan,†jawabnya.
Sementara itu, Humas Pertamina EP, Tiara, hingga berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasinya terkait hal tersebut. (rien)