SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui, dalam melakukan proses tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur seluas 13,2 hektar yang dipergunakan untuk pengembangan penuh Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, butuh pembanding.
“Rekomendasi untuk empat peserta itu kan hanya pembanding saja, tidak mungkin ditunjuk semuanya,” ujar Kepala Bagian Humas Lingkungan SKK Migas, Taslim M. Yunus kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (19/5/2016).
Pihaknya memastikan, akan memilih salah satu pemenang dari empat peserta lelang. Â Dan yang dipilih tentu yang memberikan harga paling murah.
Pejabat SKK Migas yang baru dilantik sepekan itu, menyampaikan, adanya ketidaksepakatan antara SKK Migas dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Sehingga, untuk mendapatkan kesepakatan tersebut akan dilakukan workshop.
Namun, kapan, dimana, dan siapa saja pesertanya, belum dapat menjelaskan lebih detail lagi.
“Saya belum dapat laporannya, tapi yang jelas akan ada workshop terkait tukar guling TKD,” imbuhnya.
Sebelumnya, SKK Migas telah merokmendasi calon lahan pengganti milik Rumadi berupa persawahan seluas 22,1 hektar mendapat nilai tertinggi yakni 33. Kemudian lahan milik Kamidin seluas 23,9 hektar dengan skor 32,5. Disusul lahan milik Yoyok Hernowo seluas 21 hektar dengan skor 28 dan lahan milik Juari seluas 26 hektar dengan skor 26.(rien)