Stok BBM di Lamongan Menipis

bbm

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan – Fenomena menipisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara nasional, tampaknya sudah menembus daerah kota kabupaten. Saat ini Kabupaten Lamongan juga terancam krisis BBM karena stok yang ada mulai menipis.  

Untuk jenis BBM, premium (bensin) di Lamongan alokasinya tinggal  1.963 kilo liter (KL). Sementara jenis solar tinggal menyisakan sebanyak 9.882 KL saja.

Data tersebut disampaikan Kepala Divisi BBM Ritel Wilayah 3 Pertamina Surabaya, Ivan Suhadak, saat Sosialisasi BBM Bersubsidi di Sasana Nayaka, Lamongan, Rabu (5/12/2012).

Dia katakannya, alokasi tersebut berdasar data per 14 November 2012. Lamongan sendiri mendapat kuota premium sebanyak 86.916 KL, dan yang sudah direalisasikan sebanyak 83.617 KL.  Kemudian dari kuota solar sebanyak 96.327 KL, yang sudah disalurkan sebanyak 85.357 KL.

“DPR akhirnya memutuskan akan menambah kuota BBM bersubsidi jenis premium dan solar sebanyak 1,2 juta KL untuk kebutuhan nasional. Namun untuk Kabupaten Lamongan, sampai saat ini belum diketahui berapa kuota tambahannya. Yang pasti penyalurannya kini sudah hampir mencapai kuota yang ditetapkan, “ urai dia.

Baca Juga :   Lampaui Target APBN 2025, Produksi Lapangan Banyu Urip Blok Cepu Capai 154 Ribu BOPD

Dia mengharapkan agar regulasi mengenai penyaluran BBM bersubsidi ditaati. Terutama Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi No 15 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerbitan Surat Rekomendasi SKPD Untuk Pembelian BBM Jenis Tertentu.

“Dalam peraturan itu dinyatakan, bahwa setiap pembelian BBM non kendaraan wajib dapat surat rekomendasi SKPD terkait. Yakni untuk kebutuhan usaha mikro, pertanian, perikanan dan pelayanan umum, “ sebut dia.

Pertamina, uangkap dia, memohon bantuan  untuk kerjasama dalam pemberian rekomendasi.  Khususnya untuk tiga minggu terakhir ini mohon bantuan untuk selektif dalam mengeluarkan rekomendasi.

“Kami belum belum dapat informasi kuota tambahan, bahkan informasi terakhir kuota BBM premium dan Solar untuk Lamongan sudah hampir habis, terutama untuk solar, “ katanya. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *