Turunkan Target DBH Migas Rp1,064 Triliun

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan merevisi target perolehan dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016.

“Prognosa perolehan DBH migas diturunkan dari Rp1,4 triliun, menjadi Rp1,064 triliun,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemkab Bojonegoro, Herry Sudjarwo, Senin (11/7/2016).

Penurunan ini dikarenakan harga minyak dunia naik turun yakni sekira USD30 per barel sampai USD50 per barel. Sehingga, revisi target perolehan DBH migas, pada 2016 akan dilakukan di dalam APBD Perubahan.

“Selain itu, prognosa produksi minyak yang ditetapkan 235 ribu barel per hari (Bph), diturunkan menjadi 195 ribu Bph,” tukasnya.

Penentuan penurunan prognosa minyak disampaikan Kementerian Keuangan dengan memperhitungkan harga minyak dunia di dalam asumsi APBN 2016, sebesar USD50 per barel.

“Revisi perolehan DBH migas akan kami lakukan di dalam APBD Perubahan, sambil menunggu revisi ulang Pemerintah, terkait perolehan DBH migas, karena adanya penurunan harga minyak dunia,” tegasnya.

Baca Juga :   Kabupaten Bojonegoro Disebut Miliki Banyak Sumber Migas Belum Dieksplorasi

Penurunan prognosa produksi minyak menjadi 195 ribu Bph, karena produksi puncak minyak Blok Cepu, yang dimulai awal 2016, hanya diperbolehkan sebesar 165 ribu Bph.

Selain itu, penurunan juga terjadi pada produksi minyak lapangan Sukowati, yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dan lapangan Tiung Biru (TBR) dan lapangan sumur minyak tua. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *