Serangan Tikus Merajalela, Dinas Pertanian Lamongan Tutup Mata

lahan pertanian

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Musim tanam pertama kali ini petani di wilayah Lamongan, Jawa Timur, dibuat kalang kabut oleh serangan hama tikus. Hewan rakus itu menyerang hampir di seluruh lahan pertanian di wilayah tersebut.

Akibat serangan tikus itu petani harus menanggung kerugian jutaan rupiah karena tanaman padinya habis. Namun hingga saat ini belum ada penanganan serius dari Dinas Pertanian Lamongan untuk menanggulangi hama tikus yang kian merajalela.

Padahal, untuk mengawali musim tanam tahun ini, para petani sudah mengeluarkan biaya besar untuk membeli bibit, pupuk dan pengolahan tanah agar bisa tanam.

“Tanaman saya habis mas digerogoti tikus. Padahal sudah umur 90 hari,” ujar Mbah Sardi, (59), warga Desa Bogoharjo, Kecamatan Pucuk.

Petani sepuh ini hanya bisa mengelus dada mendapati tanaman padi disawahnya porak poranda diserang tikus. Mbah Sardi mengaku, lahannya yang diserang tikus seluas 500 meter persegi.  Akibat serangan hama itu dia mengalami kerugian sekira  Rp 5 juta. Kerugian itu untuk biaya produksi yang sudah dikeluarkan seperti pembelian bibit padi, pemupukan, obat dan pengolahan tanah.

Baca Juga :   Penulis Bojonegoro Terbitkan Novel Terbaru Berjudul Perjalanan Dua Lelaki Patah Hati

“Itu belum tenaga saya yang setiap hari harus nyiangi tanaman,” keluh Mbah Sardi.

Dari pantauan SuaraBanyuurip, serangan hama tikus juga terjadi di kecamatan Sugio, Kedungpring, Turi  dan Babat. Rata-rata tanaman padi disawah telah porak poranda bahkan banyak yang tanpa sisa. Ditaksir ada sekira ratusan hektar lahan pertanian yang rusak akibat serangan hama tikus tersebut.

Para petani di wilayah itu mengaku tidak tahu lagi bagaimana cara mengatasi hama tikus. Jika hanya digopyok ( diburu ) sangat sulit karena tikus menyebar disemua lahan persawahan. “Kalau saya menggopyok disawah saya sendiri nggak ngatasi mas. Soalnya tikus dari lahan lain, masuk kesawah saya,”sambung Diman,(43), petani asal Desa Lebak Adi, Kecamatan Sugio di konfirmasi terpisah.

Karena tanaman padi sudah habis diserang tikus, sebagian petani kembali melakukan penanaman ulang. Mereka terpaksa melakukan pembibitan kembali meski harus mengeluarkan biaya besar. Namun tak jarang petani yang membiarkan sawahnya terbengkelai karena kesulitan mencari biaya tanam lagi.

Sebenarnya, para petani telah mengadukan serangan hama tikus itu kepada kepala desa yang kemudian diteruskan ke Dinas Pertanian Kecamatan. Namun sampai sekarang tidak ada perhatian dari Dinas Pertanian untuk menanggulangai hama tikus.    

Baca Juga :   DPRD Bojonegoro Siap Berdiskusi Isu Lokal dengan Organisasi Ekstra Kampus 

“Dinas Pertanian Kecamatan hanya meminta agar diadakan obyakan tikus massal. Anak kecil pun bisa mengatakan itu. Yang dibutuhkan petani itu bantuan obat untuk membasmi tikus,” sergah Kepala Desa (Kades) Bogoharjo, Kecamatan Pucuk, Bambang Guntoro.

Bambang meminta agar Dinas Pertanian segera mengambil langkah nyata  untuk menangani hama tikus kerena pertanian menjadi gantungan hidup mayoritas warga Lamongan.

“Jika ini tidak segera diatasi petani bisa gagal panen,” pungkasnya.(Tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *