Molornya Proyek di Tuban Akibat Budaya SKS

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Timur angkat bicara terkait molornya beberapa proyek di Tuban, Jawa Timur yang dibangun dengan dana  APBD. Fitra menganggap molornya pembangunan lebih disebabkan pada budaya birokrasi Sistem Kebut Sebulan (SKS) yang nampaknya masih mengakar di Pemkab Tuban.

“Budaya birokrasi yang SKS, penyerapan anggaran yang lambat diakhir tahun,” kata Koordinator Advokasi Anggaran Fitra Jatim, Miftahul Huda, saat ditanya tentang penyebab molornya beberapa proyek negara tersebut, Jumat (7/12/2012).

Dia jelaskan, selama ini tender atau lelang cenderung tidak dilakukan dengan tepat waktu. Biasanya kondisi tersebut molor hingga akhir tahun, hal inilah yang diduga menjadi pemicu molornya pekerjaan yang dilakukan kontraktor penggarap proyek negara.

Dengan kondisi seperti itu, kontraktor dituntut untuk menyelesaikan semua pekerjaan dengan jangka waktu yang relatif pendek. Sehingga menjadikan pekerjaan tersebut menjadi molor dari waktunya.

“Dengan mepetnya waktu, kontraktor dituntut untuk menyelesaikan proyek dalam waktu yang sangat pendek, sehingga tidak bisa menghindari molornya pengerjaan,” tambah Miftah.

Baca Juga :   Kunjungi Desa Blok Cepu, Ketua PKK Kabupaten Ajak Sosialisasikan Prokes

Ditanya tentang dugaan praktek nepotisme dengan menyerahkan tender kepada relasi meski kurang profesional, Miftah belum berani membuat kesimpulan seperti itu. Alasannya, masih dibutuhkan riset dulu untuk membuktikannya.

Tapi untuk menghindari praktek tersebut, Kabupaten Tuban harus segera melakukan tender terbuka melalui internet. Untuk menghindari permainan tender dan nepotisme di Tuban.

“Kabupaten Tuban harus melakukan tender terbuka melalui internet, untuk menghindari praktek nepotisme,” tegasnya.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pengerjaan Umum (PU) Tuban, Choliq Chunasih, mengatakan,  akan memberikan sanksi kepada kontraktor yang telat dalam menyelesaikan pekerjaannya

“Sesuai kontrak, didenda mulai berakhirnya kontrak sampai dengan selesainya pekerjaan,” jawab Choliq singkat melalui Short Message Service (SMS) kepada SuaraBanyuurip.com.

Diketahui, beberapa proyek yang diambilkan dari dana APBD Tuban molor dari jadwal semestinya. Diantaranya, Pantai Boom Tuban, pembangunan Pendapa Krida Manunggal Tuban, serta Saluran Drainase di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota yang akan segera jatuh tempo. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *