Warga Sekitar TBR Ancam Pulangkan Paksa Security MMP

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro– Musyawarah antara warga sekitar lokasi pemboran migas Tiung Biru (TBR) dengan PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) dan PT Metro Multi Powerindo (MMP), yang berlangsung di Balai Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (6/12/2012), mentok. Warga dari beberapa desa di dua kecamatan menolak pembagian kuota tenaga pengamanan yang diusulkan PT. MMP, perusahaan penyedia jasa security.

Dalam musyawarah itu, MMP memberikan tawaran pembagian jasa security TBR, Blok Gundih dengan komposisi 60 dari MMP dan 40 persen untuk warga sekitar pemboran. Namun, tawaran itu ditolak warga karena tidak sesuai tuntutan mereka yang meminta pembagian jasa pengamanan 70 warga dan 30 dari MMP.

Karena tidak ada titik temu, warga membubarkan diri dari musyawarah tersebut. Mereka mengancam akan memulangkan belasan security yang sekarang ini tengah magang (training) di TBR, Jum’at (7/12/2012) besok.

Perwakilan warga yang menolak tawaran itu adalah dari Desa Purwosari, Gapluk, Kuniran, Kecamatan Purwosari, serta Desa Kelisumber, Malingmati, Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo.

Baca Juga :   Banjir Bandang Melanda Dusun Sugihan dan Genangi 120 Rumah Warga

Pantuan SuaraBanyuurip, perundingan itu berlangsung alot. Masing-masing pihak sam-sama mempertahankan prinsipnya. MMP tetap bersikukuh pada komposisi yang ditawarkan dan warga tetap pada tuntutannya.

“Intinya kalau pembagiannya 60 : 30 warga tidak setuju. Kami tetap meminta pembagian 70 untuk warga dan 30 untuk MMP. Jika tidak, besok kami akan memulangkan securty MMP yang ada di TBR,” ancam Juari Warga Desa Kalisumber mewakili warga lainnya.

Sebelumnya, Hubungan masyarakat (Humas) PT MMP H. Warsilan HS menjelaskan, training (pelatihan) security MMP di TBR akan habis pada 9 Desember 2012 mendatang. Namun, akan diperpanjang lagi oleh Pertamina EP selama 4 bulan kedepan. Yakni, mulai Desember 2012 hingga Maret 2013 mendatang.

“Sesuai kebutuhan Pertamina EP, sementara target kebutuhan security hanya 30 orang dilokasi TBR,” kata Warsilan.

Jika nanti tender sudah dimenangkan MMP, Warsilan berjanji, akan melibatkan warga sekitar untuk direkrut sebagai security MMP. Namun, juga harus melalui prosedur yang ditentukan. Yakni, dengan proses pendaftaran kemudian pendidikan selama 30 hari.

Baca Juga :   BPBD Latih TRC di Babat Barrage

“Kuota pembagiannya nanti adalah 60 perusahaan dan 40 persen warga yang ada di Desa sekitar TBR,” terangnya.

Sementara itu, Perwakilan Pertamina EP, Bambang, menambahkan, keterlibatan security MMP sebagai tenaga keamanan di TBR adalah langsung dari Pertamina pusat. “Sesuai kebutuhan Pertamina EP memerlukan tenaga keamanan sekitar 30 personil . Sedangkan, untuk pembagian security kuota diserahkan MMP yang ngatur,” sambung Bambang ikut menjelaskan.

Untuk diketahui, musyawarah itu dihadiri Camat Tambakrejo, Andik Sujarwo, Camat Purwosari, Hartono, dan Muspika.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga sekitar pemboran TBR memprotes MMP yang tidak melibatkan warga sekitar sebagai jasa pengamanan di sumur migas yang dikelola Pertamina EP tersebut.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *