Polsek Tambakrejo Bantah Ambil Alih Pengamanan Blok Gundih

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Ajun Komisaris Polisi Purawnto menegaskan tidak mengambil alih pengamanan sumur migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, pasca dihentikannya security PT. Metro Multi Powerindo (MMP) oleh masyarakat sekitar pemboran, Jum’at (7/12/2012).

“Maaf Mas, kami tidak merasa mengambil alih keamanan di TBR. Sebab, semua itu hasil kesepakatan masyarakat dan Pertamina EP sementara keamanan diserahkan Muspika dan dibantu Perangkat desa (Linmas) untuk dijaga bersama,” kata Purwanto melalui pesan pendek kepada SuaraBanyurip, Minggu (09/12/2012).

Dia menjelaskan, tanpa dialihkan ke Muspika pun Polsek Tambakrejo akan tetap melakukan pengamanan lokasi sumur migas TBR milik Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) tersebut. Karena TBR adalah merupakan obyek vital negara yang perlu dilakukan pengamanan bersama. Baik dari Kodim 0813 Bojonegoro maupun Koramil Tambakrejo.

Dalam pengamanannya, lanjut Purwanto, pihaknya tidak harus mengerahkan berapa personil yang bertugas. Karena, setiap hari dan malam sudah terus dilakukan patroli.
“Kami ada kewajiban dan permohonan lisan dari Pertamina untuk membantu pengamanan,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Hubungan Masyarakat (Humas) Pertamina EP, Tiara menambahkan, permasalahan security MMP dengan warga sekitar lokasi pemboran masih dalam kajian dan evaluasi di Manajemen Pertamina EP.

Baca Juga :   Subholding Upstream Pertamina Bagikan 1.200 Hewan Kurban

“Kita masih mengumpulkan masukan-masukan dari warga, Kepala desa dan Camat sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan,” sambung Tiara melalui pesan singkatnya, Sabtu (08/12/2012).

Seperti diberitakan sebelumnya, penempatan security PT. MMP, perusahaan jasa keamanan, di sumur migas TBR ditolak warga karena dinilai kurang melibatkan masyarakat. Jalan musyawarah telah dilakukan warga dengan MMP, namun hasilnya mentok.

Tawaran komposisi 60 persen pengamanan dari warga dan 40 persen dari MMP ditolak warga. Mereka menuntut 70 persen pengamanan dari warga sekitar dan 30 persen dari MMP. Akibat tidak ada titik temu itu, security MMP yang sedang magang di TBR di sweeping warga, Jum’at kemarin. Warga menolak keberadaan security sampai tuntutan mereka dipenuhi dan menyepakati pengamanan diserahkan kepada Muspika Tambakrejo dan Purwosari. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *