Inilah Alasan MMP Merumahkan Ratusan Security

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Ada beberapa alasan yang melatar belakangi PT. Metro Multi Powerindo (MMP) merumahkan 420 securitynya. Selain karena sudah tak mampu menggaji, keberadaan MMP sebagai satu-satunya perusahaan penyedia jasa pengamanan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak diperhatikan operator migas maupun kontraktornya.

Direktur Utama PT. MMP, Budi Indianto, mengungkapkan, selama ini tidak ada titik temu antara PT MMP dengan MCL ataupun kontraktornya yang sudah mulai beroperasi di Kabupaten Bojonegoro. Hal ini membuat kemampuan finansial PT MMP jatuh karena harus membiayai pendidikan hingga sertifikasi dan gaji bulanan security dan karyawan yang berjumlah ratusan tersebut.

“Kami ikhlas membiayai mereka, putra daerah Bojonegoro. Tapi kalau tidak ada kerja sama dengan MCL atau operator lainnya otomatis perusahaan tidak mampu lagi mengeluarkan dana,” imbuhnya.

Hanya saja, Budi enggan membeberkan besaran biaya operasional yang dikeluarkan MMP setiap bulannya. Namun, dari informasi yang diperoleh SuaraBanyuurip dari sejumlah security MMP, setiap bulannya anggota security memperoleh gaji sebesar Rp. 1.250.000.

Dari besaran gaji itu dapat dikalkulasi biaya operasional yang dikeluarkan MMP untuk gaji 420 security sejumlah Rp. 525 juta. Jumlah itu belum untuk kebutuhan operasional lainnya.

Karena itu, Budi berharap, ada kesepakatan antara PT MMP dengan MCL dan operator lainnya di Kabupaten Bojonegoro seperti Pertamina EP serta semua kontraktornya agar tidak menimbulkan gejolak sosial akibat pemberhentian ini. Sebab, menurut Budi, meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah mendukung penuh,namun ternyata masih belum memperhatikan nasib ratusan pemuda lokal yang sudah siap dilibatkan di proyek migas.

“Saya sekarang masih di Jakarta Mbak. Tapi bagaimanapun juga kami tetap memperjuangkan nasib putra daerah terlebih sudah memiliki potensi dan modal untuk ikut bekerja sebagai jasa keamanan,” sergahnya.

Disinggung tentang penarikan biaya pengambilan sertifikat security, Budi menegaskan, tidak ada sama sekali. Sebab MMP menggratiskan semua biaya pendidikan sampai mendapatkan dua sertifikat yaitu Grada Pratama dan SHE.

“Tapi apa yang kami dapat? Operator Blok Cepu, MCL (Mobil Cepu Limited) hingga sekarang tidak sekalipun melibatkan security kami,” pungkas Budi dengan nada tinggi. (rin)

Baca Juga :   Setelah Sukses di Bojonegoro, Roadshow Jatim Media Summit 2024 Sasar Malang dan Jember

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *