Bupati Lamongan Raih IGRA

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Bupati Lamongan, Jawa Timur, Fadeli dipastikan meraih penghargaan Indonesia Green Region Award (IGRA), Selasa (11/12) di Balai Kartini, Jakarta. Ajang tingkat nasional itu diadakan Kantor Berita Radio KBR68H dan Majalah SWA sebagai bentuk penghargaan kepada kabupaten/kota yang punya kepedulian atas keberlangsungan lingkungan hidup secara terencana dan massif.

Sebelumnya, Kabupaten Lamongan juga sukses meraih Adipura enam kali berturut-turut dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Belum lagi Program Lamongan Green and Clean yang sukses meningkatkan partisipasi warganya dalam pelestarian lingkungan.

Partisipasi masyarakat melalui Program LGC mencapai Rp 1,4 miliar. Berlanjut di LGC II partisipasi masyarakat mencapai Rp 2,3 miliar. Program tersebut juga melahirkan bank sampah yang mencapai 104 unit dengan omzet Rp 245 juta.

Program itu diklaim sukses menurunkan timbunan sampah yang masuk ke TPA dan TPS hingga 18 persen. Dari sebelumnya 93,35 meter kubik perhari menjadi 76,55 meter kubik perhari.

Selain itu, kepedulian pada keberlangsungan lingkungan hidup di Lamongan diwujudkan dengan sinergitas bersama legislatif dalam bentuk komitmen anggaran yang cukup besar. Di tahun 2012, seluruh anggaran pengelolaan lingkungan hidup mencapai Rp 19 miliar.

Baca Juga :   Pekerja Migas Enggan Urus Formulir A-5

“Penghargaan IGRA ini selayaknya menjadi milik seluruh komponen masyarakat Lamongan dan semua pihak yang peduli dengan lingkungan. Tanpa keterlibatan masyarakat dalam keberlangsungan lingkungan hidup, mustahil Lamongan bisa berprestasi nasional di ajang IGRA ini,” kata Bupati Fadeli seusai menerima penghargaan tersebut.

Ditambahkan oleh Kabag Humas dan Infokom Mohammad, Zamroni, kesuksesan Lamongan meraih IGRA tidak lepas leadership dari Bupati Lamongan yang terus mendorong program pro lingkungan. “Lamongan kini terus membangun dan berkembang. Namun Bapak Bupati selalu menekankan agar pembangunan itu tetap memperhatikan aspek lingkungan, “ ucap dia.

Berbeda dengan penghargaan lainnya, proses seleksi daerah kabupaten dan kotamadya yang mengikuti ajang ini sangat ketat. Penilaian bagi kabupaten/kota yang paling peduli lingkungan hidup ini dilakukan menggunakan metode Delphi. Yakni metode penilaian yang dilakukan oleh tim panelist dengan anggota sejumlah ahli yang concern pada persoalan lingkungan hidup dengan berbagai latar belakang yang berjumlah 15 orang.

Diantaranya adalah Berry Nahdian Farqon (Direktur Eksekutif WALHI), Darwina Widjajanti (Direktur Eksekutif LEAD Indonesia), Prof. Tjandra Setiadi (Professor in Bioprocess Engineering ITB), dan Prof. Tommy Firman (Profesor Planologi ITB). Juri lainnya adalah Toriq Hadad, (Corporate Chief Editor PT Tempo Inti Media Tbk.), Heru Waluyo (Kementerian Lingkungan Hidup), dan Palgunadi Tatit Setyawan, (Pengelola Jaya Ancol).

Baca Juga :   Dukungan Masyarakat untuk Bapaslon Nurul Azizah-Gus Nafik Sahal Terus Mengalir 

 Hanya ada lima kabupaten di Indonesia yang meraih penghargaan ini bersama Lamongan. Yakni Kabupaten Karanganayar, Malang, Banyumas dan Purbalingga. Sementara untuk kategori kota diraih Kota Surabaya, Jogjakarta, Probolinggo, Tarakan, Surakarta.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *