SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Dump truck (DT) pengangkut batu pedel milik PT Rekayasa Industri (PT Rekind), kontraktor Mobil Cepu Limited (MCl), operator minyak Blok Cepu untuk pengurukan proyek Engineering, Procurement, Construction (EPC) 5 Banyuurip, dihadang sopir truk dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penyebabnya, PT Rekind dianggap tidak mau melibatkan truk dari warga lokal Tuban untuk pengambilan batu pedel yang ada di wilayah Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
“Kami protes, karena truk kami tidak dilibatkan dalam pengambilan pedel. Padahal penambangan ini berada di wilayah kami,†ujar seorang sopir dari Kecamatan Rengel, kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Para sopir mengaku jengah, karena selama ini kerap melihat dump truk dari luar Tuban beroperasi diwilayahnya. Diantaranya truk dengan pelat nomor dari Demak, Kediri dan beberapa kota lain yang ada diluar Tuban.Sedang keterlibatan truck dari Tuban masih sangat minim.
Karena alasan itu, sejak beberapa hari ini para sopir truk Tuban berjaga –jaga dilokasi masuk penambangan  untuk menghalau truk dari luar kota yang mengangkut pedel proyek pengurukan EPC 5 ini.
Informasi dari Kapolsek Rengel AKP Desis Susilo, konflik tersebut telah coba dimediasi oleh Petugas kepolisian. Pada hearing (rapat dengar pendapat) yang dilakukan Senin (10/12/2012) kemarin, antara sopir dump truk asal Tuban dan perwakilan PT. Rekind, diketahui penyebab persoalaan itu karena ada kesenjangan sosial. Sebab pengangkutan pedel untuk proyek Blok Cepu tidak melibatkan truk dari Tuban. Untuk itu, mereka meminta agar PT Rekind memikirkan hal tersebut.
“Warga merasa iri, karena memang truck mereka tidak dilibatkan,†Kata Desis Susilo saat dihubungi SuaraBanyuurip melalui ponselnya.
Meski saat ini telah dicapai kesepakatan tertulis antara kedua pihak. Namun untuk sekarang ini sopir dump truk Tuban tetap menghentikan setiap kendaraan dari luar kota yang ingin mengangkut pedel, sebelum PT Rekind melakukan inspeksi kelapangan untuk mengecek safety dan kelayakan kendaraan.
“Jadi hari ini, warga menunjukkan bukti perjanjian tertulis tersebut kepada setiap sopir truk dari luar kota yang akan masuk penambangan,†pungkas Desis Susilo menerangkan.
Dari pantauan dilapangan, beberapa sopir truck asal Tuban mengawasi setiap truck yang keluar masuk dari penambangan pedel tersebut. Â Mereka duduk berkerumun disebuah warung yang berada dekat dengan akses jalan masuk penambangan. (edp)