SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Panen raya padi mulai berlangsung di sejumlah desa tepian sungai Bengawan Solo wilayah Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sejak sepekan terakhir.
Panen yang hampir bersamaan ini menjadikan petani setempat kesulitan mencari tenaga kerja. Akibatnya mereka harus mendatangkan tenaga dari luar daerah, diantaranya, dari daerah Tuban dan Bojonegoro.
Seperti terlihat di Desa Siser. Sejak seminggu terakhir petani di desa ini sudah sibuk memetik hasil panen. Puluhan orang tampak menuai padi di sawah. Hasil yang terkumpul kemudian langsung dirontokkan di tempat, untuk dipilah biji gabahnya.
“Karena panenannya bersamaan, sampai kesulitan mencari tenaga kerja. Terpaksa mencari pekerja dari luar Lamongan, “ kata Bakir (43) petani setempat kepada SuaraBanyuurip.com,  Selasa (11/12/2012).
Tenaga kerja yang biasa didatangkan secara musiman ini sebagian besar berasal dari Tuban dan Bojonegoro. Mereka tinggal di rumah pemilik lahan hingga panen selesai.
Lahan pertanian di Siser, dan desa lain di sepanjang aliran Bengawan Solo memang sangat subur. Setiap tahun petani di daerah ini bisa panen hingga 4 kali. Walau waktunya tidak bersamaan, hampir semua desa di pinggiran sungai terpanjang di pulau Jawa ini menuai panen raya.
“Pengelolaan irigasi rata-rata dilakukan oleh kelompok HIPPA (Himpinan Petani Pemakai Air), sehingga tidak sampai kekurangan air, “ kata Bakir.
Rata-rata lahan pertanian di Desa Siser setiap hektar bisa menghasilkan 6-7 ton.  Apalagi sejak dua tahun terakhir desa ini sudah tidak kebanjiran lagi. Sarana transportasinya juga memadai sehingga petani bisa menikmati hasil panenan. (tok)