PT MMP: Kami Hanya Merumahkan

SuaraBanyuurip.com – Ririn W

Bojonegoro – Langkah merumahkan ratusan tenaga security oleh PT Metro Multi Powerindo (MMP) pada, Senin (10/12/2012) lalu, memunculkan beragam spekulasi. Tak sedikit dari para Satpam yang dipulangkan oleh perusahaan penyedia jasa security itu menganggap sebagai pemecatan.  

Consultan Security sekaligus Humas PT MMP, H Ihksan Warsilan, mengungkapkan, jika langkah perusahaan yang memulangkan ratusan security tersebut dikarenakan pada beban biaya yang dikeluarkan sudah terlalu besar. Sehingga mereka hanya pada saat ada perekrutan tenaga security akan dipanggil kembali.

“Jadi mereka masih ada kontrak kerja dengan PT MMP, itu bukti perusahaan tidak begitu saja lepas tangan dengan pemulangan tersebut,” tukasnya.

Dia jelaskan, selama ini perusahaan sudah mengeluarkan biaya sangat besar, dari awal pendidikan di Watu Kosek (Mojokerto) yang menelan biaya Rp3.500.000, lalu ditambah 10 hari Rp1.500.000, serta pakaian dan lainnya sebesar Rp1.000.000. Sehingga total semua ada Rp6.000.000 tiap orang. Jika ditotal semua untuk 421 orang sekitar Rp2.526.000.000.

” Itu belum gaji bulanan dan berjalan hampir satu tahun meskipun belum ada kontribusi apa-apa pada PT MMP, lha kalau mereka ke luar dari PT MMP memang perusahaan minta menebus sertifikat Gada Pratama dan HSE sebesar tiga juta rupiah, hal itu tidak sebanding dengan pengeluaran perusahaan selama ini,” sergahnya.

Baca Juga :   Tersenggol Truk, Ibu-ibu Pengendara Motor Meninggal Dunia

Padahal, jika mau menunggu pasti akan ada perekrutan kembali seperti  91 orang yang sudah direkrut untuk tenaga keamanan di kontraktor Engineering Procurement and Costruction (EPC) 5 yaitu PT Rekayasa Industri-Hutama Karya..

“Dari sisanya tiga ratus sekian itu, sudah kami tawarkan jika mau bekerja di luar Bojonegoro, sudah kami siapkan peluang tersebut. Karena PT MMP sudah bekerjasama dengan semua perusahaan besar dalam kebutuhan jasa security,” imbuhnya.

Dia katakan, tawaran tersebut banyak ditolak oleh para pemuda yang tinggal di desa sekitar ring 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu tidak mau meninggalkan tanah kelahirannya. Mereka ngotot ingin bekerja di MCL atau di perusahaan lain yang berada di Bojonegoro.

“Sebenarnya kami ini sudah ikut tender besar untuk keterlibatan mereka, seperti JOB P-PEJ,  dan Pertamina EP. Ya minta do’a restunya kalau mendapatkan tender pasti bisa bekerja semua,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *