Padi Sekitar Proyek Blok Cepu Rusak Diterjang Banjir

sawah loso

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Hujan deras yang mengguyur wilayah sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, Kamis (13/12/2012) mulai pukul 11.30 WIB, menyebabkan areal persawahan di sekitar Well Pad C, tepatnya di Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  diterjang banjir. Padi yang baru ditanam petani rusak akibat terjangan air yang meluber dari lokasi proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu.

Banjir yang melanda sawah sekitar proyek EPC-1 Banyuurip yang dikerjakan PT. Tripatra Engineers & Constructors itu ditengarai karena saluran air yang ada tak berfungsi maksimal. Akibatnya air meluber kemana-mana hingga sulit dikendalikan dan merusak pematang sawah. Kemudian air menerjang tanaman padi milik warga yang baru berusia sekira satu bulanan.

Sejumlah warga setempat yang ditemui SuaraBanyuurip.com  menyatakan, meluapnya air hujan ke sawah warga sekitar Well Pad C tersebut diduga karena saluran air yang dibangun disekitar proyek Blok Cepu tidak maksimal.

Loso, warga RT/RW 35/07 Dukuh Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, mengeluhkan kurang maksimalnya saluran air di sekitar lokasi Well Pad C Banyuurip tersebut.

Baca Juga :   Ditolak Warga, Ketua Dewan Cari Solusi Pembangunan Pabrik Beton

“Kalau hujan terus-terusan begini dan saluran air tidak dibuat secara maksimal sawah saya akan hancur tidak bisa bercocok tanam,” kata Loso ditemui usai melihat sawahnya, Kamis (13/12/2012).

Dia berharap, Mobil Cepu Ltd (MCL), operator Blok Cepu segera memerintahkan kontraktornya untuk membuat saluran air sekitar proyek yang lebih memadai agar tidak merugikan warga.

“Kalau salurannya masih begini terus dan setiap ada hujan deras sawah saya pasti akan rusak akibat luberan air, maka saya akan meminta ganti untung kepada perusahaan,” ancamnya.

Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, akan mengcek dulu ke tim Tripatra.

“Sebaiknya ditanyakan dulu ke Pak Teguh atau Pak Budi Karyawan Tripatra ya Mas,” saran Rexy.

Genangan air hujan itu tidak berlangsung lama. Setelah hujan berhenti beberapa saat kemudian air sudah lenyap. Meski demikian, akibat terjangan air hujan itu telah merugikan petani disekitar well pad C Banyuurip.  (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Lahan Pusdiklat DIkuasai Pemkab Blora

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *