SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pembasmian hama dan tikus pemakan tanaman padi tidak hanya dilakukan dengan memberikan obat-obatan. Namun juga dengan cara ritual.
Sebagaimana yang dilakukan warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Lazim mengatakan, ritual tersebut disebut banca’an (syukuran) tolak balak. Tujuannya untuk mencegah serangan hama dan tikus yang kerap memakan tanaman padi diarea persawahan warga.
“Kegiatan ini adalah bagian dari tradisi masyarakat disini,” tutur pria yang juga dipercaya warga memimpin jalannya kegiatan tersebut.
Dia menceritakan, pada acara syukuran tolak balak itu, setiap warga membawa makanan berupa ketupat kemudian ditukarkan sesama warga pemilik lahan. Setelah acara selesai salah satu ketupat bawaan kemudian ditanam disudut persawahan.
Lazim menerangkan, warga menggelar kegiatan itu setiap satu tahun dua kali bersamaan datangnya musim penghujan dan kemarau. Sedangkan ritual dimulai sekira pukul 17.00 Wib hingga menjelang magrib.
“Untuk harinya pada setiap hari jum’at legi. Tanggalnya tidak berpengaruh,” ujarnya.
Pria berusia 40 tahun itu menegaskan, kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan warga meski keberadaan industri migas membawa beragam dampak. Termasuk sosial dan budaya warga disekitaran Blok Cepu.(roz)