SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tarik ulur keterlibatan security PT Metro Multi Pawerindo (MMP), perusahaan penyedia jasa pengamanan asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di sumur migas Tiung Biru (TBR) Blok Gundih dengan warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, ring 1 pemboran, akhirnya mencapai kesepakatan.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar TBR menyebut, kesepakatan itu dicapai setelah MMP kembali melakukan pertemuan dengan warga sekitar yang dilaksanakan di Balai Desa Kalisumber Minggu (16/12/2012). Kesepakatannya, 45 tenaga keamanan TBR menjadi hak warga sekitar pemboran selama tiga bulan sambil menunggu MMP memenangkan tender pengamanan dari Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), pengelola lapangan Blok Gundih.
Warga Desa Kalisumber, Kastur, mengatakan, dari 45 tenaga keamanan yang diserahkan kepada warga sekitar itu dibagi dari beberapa desa . Dengan komposisi pembagian 20 tenaga pengamanan berasal dari warga Desa Kalisumber. Sedangkan 25 orang sisanya lagi dibagi beberapa desa yakni Purworasi, Gapluk, Kuniran, Kecamatan Purwosari dan Desa Tambakrejo, Malingmati, Kecamatan Tambakrejo. Dengan masing-masing desa mendapatkan jatah 5 orang.
“Selain 45 Security itu juga masih ditambah empat bantuan lokasi (Banlok) MMP yang sudah bertugas dilokasi sejak dua bulan silam,” kata Kastur.
Kesepakatan yang sudah dicapai itu, jelas Kastur, masih taraf training selama tiga bulan. Sebab, sambil menunggu tender benar-benar dimenangkan MMP. Setelah itu, musyawarah lagi penentuan dangan permintaan dengan gaji setandart perminyakan nasional.
“Semua itu sudah janjian dengan MMP, Mas. Kalau tidak mau menggaji standart nasional mungkin ya ruwet lagi. Sementara, masalah pakaian (seragam) pihak MMP yang kasih. Sedangkan, terkait persyaratan terserah Kepala Desa, MMPÂ tidak nekan,” ucap Kastur menjelaskan.
Meski telah dicapai kesepakatan, namun saat ini belum ada tenaga security yang ditugaskan. Pengamanan sumur migas TBR masih dilakukan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) Desa Kalisumber.
Dikonfirmasi terpisah, hubungan masyarakat (Humas) MMP, Warsilan HS, sedang berupaya dihubungi SuaraBanyuurip.Com. Ketika dikonfiramsi melalui pesan pendek, Minggu (16/12/2012) malam, belum memberikan jawaban.
Untuk diketahui, sebelumnya security MMP mendapat penolakan warga dari sekitar pemboran migas TBR. Warga meminta jatah pembagian tenaga pengamanan 70 persen dari warga dan 30 persen MPP.(Sam)