SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Dana Corporate Sosial Responbility (CSR) yang disediakan oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JBO P-PEJ) untuk 3 desa ring 1 lapangan Sukowati, dan 4 desa ring 1 Lapangan Mudi, Blok Tuban baru terealisasi 50 persen.
Field Administrasi Superintendant JOB P-PEJ, Hananto Aji, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp3 miliar untuk ke tujuh desa diantaranya,Desa Campurejo Kecamatan Kota Bojonegoro, Desa Ngampel dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Desa Rahayu, Desa Sumurcinde, Desa Kebonagung, dan  Desa Bulurejo semuanya masuk Kecamatan Suko.
“Dari dana tersebut masih ada yang belum mengajukan proposal untuk program pengembangan desa kepada kami, kalau belum diserahkan hingga 31 Desember 2012 nanti tentu saja akan hangus,†tegas Hananto, Senin (17/12/2012).
Dia katakan, dari ketiga desa yang ada di ring 1 Lapangan Sukowati masih ada yang belum menyerahkan proposal tersebut. Padahal, pihaknya sudah memberikan pemberitahuan dan peringatan berulangkali agar segera menyerahkan sebelum masuk tahun baru 2013.
“Kita punya prosedur baku yang tidak bisa dilanggar, kalau sudah lewat tahun tentu saja akan hangus dan dana CSR akan dikembalikan ke Negara,†tukasnya.
Hananto menambahkan, dana CSR yang dibagikan kepada semua desa yang masuk Ring 1 di wilayah kerja JOB P-PEJ semuanya sama yaitu sebesar Rp670 Juta. Apabila pihak desa terlambat menyerahkan proposal program pengembangan desa akan diambilkan dari dana CSR tahun 2013.
Terpisah, Sekretaris Desa Campurejo, Susilo Wandriyo, ketika dikonfirmasi hal itu membantah jika desanya belum mengajukan proposal untuk program pembangunan desa. Bahkan, sudah ada perjanjian tertulis antara Desa, Komite Desa dan JOB P-PEJ terkait dana yang akan dicairkan sebesar Rp720 Juta.
“Kami sudah menyerahkan pada awal bulan Oktober 2012 lalu, dan informasi yang diterima pada minggu ini dananya akan cair. Sedangkan proposal untuk program yang diajukan diantaranya infrastuktur, ekonomi kerakyatan, kesehatan, dan pendidikan,†imbuhnya.
Sementara itu, data berbeda disampaikan oleh Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Sambiroto, Sudjono, yang menyatakan, sudah ada pengajuan proposal untuk termin I dan II, dan baru termin I yang cair yaitu sebesar Rp320 Juta dari total Rp550 Juta.
“ Ya tidak mungkin kalau proposal belum masuk, kan untuk termin satu sudah cair. Tinggal termin dua yaitu sisanya sebesar dua ratus tiga puluh juta rupiah masih menunggu karena proposalnya belum diajukan,†jelasnya.
Dari dana CSR tersebut, ada beberapa program yang telah terlaksana yaitu pembuatan saluran air 500 meter, pavingisasi, pompanisasi, pengadaan jamban 50 unit, dan pembangunan gedung TPA. Akan tetapi sisa dana CSR belum ada kepastian dari pihak JOB P-PEJ.
Sementara Kepala Desa Ngampel, Pujianto,juga menampik jika pihaknya belum menyerahkan proposal untuk program pengembangan desa. Bahkan, kisaran dana CSR yang diterima sebesar Rp695 juta.
“Kami ini sudah mengajukan proposal untuk termin satu, dan dananya telah kami terima. Tinggal meneruskan yang termin dua saja. Jadi tidak mungkin kalau dikatakan belum ada pengajuan proposal,â€tegasnya.
Dia paparkan,untuk program yang sudah terealisasi diantaranya infrastuktur, ekonomi kerakyatan, kesehatan dan kesehatan. Dari pengajuan termin I desanya mendapatkan dana sebesar Rp552 juta, sedangkan sisanya menunggu setelah mengajukan proposal untuk termin II. (rien)