SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Meski intensitas hujan mulai tinggi, proyek enginering, procurement and construction (EPC) – 2 Banyuurip, Blok Cepu, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tetap berjalan. Hingga saat ini, PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) pelaksana proyek mengaku belum menemukan kendala berarti.
“Pemasangan pipa tetap berjalan lancar seperti biasanya,” ujar Humas EPC 2 wilayah Tuban, Anaf saat dikonfirmasi Suara Banyuurip melalui ponselnya, Selasa (18/12/2012).
Dia menjelaskan, pemasangan pipa 72 kilometer yang berasal dari sumur minyak Banyuurip, di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro menuju bibir pantai Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, itu sekarang ini telah pada tahap pengelasan pipa. Sedangkan pemerataan lahan dan pengeceran pipa di 6 kecamatan yang ada di Tuban telah mencapai 40 persen lebih.
“Pengelasannya sudah mencapai 20 persen dari pekerjaan total pengelasan,” ungkap Anaf menambahkan.
Tentang kabar rekrutmen 10 tenaga pengelasan dari warga lokal yang disebut beberapa waktu lalu, Anaf mengatakan, kesepuluh orang tersebut sudah ikut bekerja dalam pengelasan pipa EPC 2. Namun ketika ditanya asal pekerja itu, Anaf mengaku, tidak hafal nama dan asal desa pekerja lokal tersebut.
“Maaf mas, saya tidak hafal nama dan asal dari tenaga kerja lokal tersebut,” jawab Anaf singkat.
Tapi dia menegaskan, kesepuluh orang tersebut telah mengikuti proyek pengelasan pipa EPC 2 yang saat ini tengah dilakukan.
Untuk diketahui, pipanisasi darat sepanjang 72 Kilo meter dengan besar 20 inci yang membujur dari sumur minyak Banyuurip, Kabupaten Bojonegoro hingga salah satu sudut bibir pantai di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, itu untuk mengalirkan minyak mentah sebesar 165 ribu barel per hari (Bph) dari Blok Cepu. Rencananya saat pengerjaan pipa ini rampung, akan disambungkan dengan pipa yang tertanam didasar laut yang masuk paket pekerjaan EPC 3. Untuk menyalurkan minyak dari Bojonegoro ke kapal tangker raksasa yang berada ditengah laut melalui proses injeksi. (edp)