SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro– Satuan Kerja Sementara Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) tetap menarget produksi puncak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sesuai jadual yakni 2014 mendatang. Sebab proyek tersebut merupakan salah satu prioritas utama pemerintah guna memasok kebutuhan energi nasional.
Untuk mengawal mega proyek itu pemerintah saat itu melalui BP-Migas telah membentuk Tim Pengawas dan Pengendalian (Wasdal) Banyuurip yang berfungsi khusus sebagai pengawas.
“Wasdal Banyuurip masih tetap ada meski BP-Migas telah dibubarkan,†ungkap Kepala Divisi Humas dan Sekuriti SK Migas, Hadi Prasetyo kepada SuaraBanyuurip, Selasa (18/12/2012).
Menurut dia, Tim Wasdal Banyuurip dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan, waktu, biaya, dan kualitas pengerjaan proyek yang dilaksanakan Mobil Cepu Limited (MCL) bersama kontraktornya. Selain itu, kata dia, tim wasdal juga didampingi dari perwakilan SK Migas Jawa Bali Madura, dan Nusa Tenggara (Jabanusa).
“Setiap dua minggu sekali ada yang mengecek kesana (proyek Blok Cepu),†kata pria yang juga pernah menjabat Vice President (VP) ExxonMobil ini.
Lebih lanjut, Hadi menerangkan, sebelumnya pemerintah juga telah membentuk program manajemen proyek untuk segera dapat berproduksi secara onstream (tepat waktu). Program tersebut berlaku disejumlah tempat eksploirasi dan eksploitasi migas di Indonesia untuk dapat segera beroperasi pada tahun 2014 mendatang. Termasuk diantaranya Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang mampu menghasilkan 165 ribu barel per hari (bph). (roz)