SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Beroperasinya becak cinta di beberapa kabupaten di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Bojonegoro menjadi sorotan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Sebab sampai saat ini becak yang memiliki dua tempat duduk yaitu bagian depan dan belakang serta berhiaskan lampu warna-warni diiringi musik tersebut ternyata tidak memiliki ijin beroperasi.
Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan, M Chosim, menyatakan keberadaan Becak Cinta yang biasa beroperasi di Alun-alun dan beberapa jalan protokol di Bojonegoro masih ilegal karena belum mengantongi ijin dari pihak manapun.
“Selama ini, terlebih di malam hari banyak sekali yang mengayuh becak cinta ini di jalan utama. Padahal jalan itu termasuk fasilitas umum yang digunakan oleh pengendara roda dua dan roda empat,†kata Chosim kepada SauaraBanyuurip, Senin (24/12/2012).
Menurut dia, beroperasinya becak cinta itu perlu dikaji tingkat keselamatan dan kelaikannya karena menimbulkan dampak terhadap lalu lintas dikawasan mereka selama ini beroperasi. Bahkan jalur beroperasi becak ini masih belum ada aturannya.
“Tapi mereka sudah leluasa melakukan operasi dijalan-jalan yang dikehendaki oleh penyewa atau penggunanya,†ungkap Chosim.
Dikonfiramsi terpisah, salah satu pemilik Becak Cinta, Wawan Nuryawan, (17), mengaku, sudah mendapat peringatan baik dari Dishub maupun kepolisian. Akan tetapi, ia bersama pemilik becak cinta lainnya mengaku nekad untuk terus melanjutkan usaha sampingannya tersebut guna menambah pemasukan.
“Sudah Mbak, tapi cuma disuruh pindah tempat mangkalnya. Sekarang kami mangkal di ujung pertigaan Pendopo Pemkab dan rutenya juga tidak boleh keluar dari lingkaran Alun-alun,†sambung pelajar kelas 3 SMA 1 Kalitidu ini.
Wawan mengaku mengoperasikan Becak Cinta itu bersama dua adiknya yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD). Mereka mengayuh becak cinta dari rumahnya di Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu ini sampai ke alun-alun Bojonegoro untuk mencari pelanggan.
“Kalau muter alun-alun saja ya sepuluh ribu, tapi kalau jauh lima belas ribu sampai dua puluh ribu rupiah,â€imbuhnya.