Ratusan Hektar Padi Terancam Gagal Panen

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Serangan hama tikus di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terus meluas. Sedikitnya 400 hektar sawah yang tersebar di enam kecamatan  terancam  gagal panen karena diserang binatang pengerat.

Enam kecamatan yang lahan persawahannya diserang tikus itu adalah Kecamatan Kanor, Kalitidu, Kapas, Balen, Boureno dan Sukosewu. Hewan rakus itu rata-rata menyerang tanaman padi yang masih berusia 60 hari.

”Saya sudah mencoba memberi obat, tapi tak ada hasilnya. Kalau ini terus dibiarkan padi saya bisa tidak panen,” kata Timan, salah satu petani asal Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu.

Serangan hama tikus bukan hanya terjadi di enam kecamatan. Di Kecamatan Dander, sejumlah petani juga mulai mengantisipasi serangan tikus. Seperti yang dilakukan Kuncoro, salah satu petani asal Desa Ngumpakdalem. Untuk memberantas serangan tikus dirinya mencampur beras ketan dengan obat tikus kemudian ditaruh dibeberapa sudut sawah.

”Meksi disini belum parah tapi saya antisipasi agar tidak tambah parah,” sambung Kuncor.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi tanaman pangan dan holtikultura Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Agus Hariyana, membenarkan serangan hama tikus yang terjadi disejumlah kecamatan di Bojonegoro. Untuk melakukan pemberantasan itu, Disperta melakukan dengan cara gropoyok dan racun tikus yang diumpan melalui makanan.

Baca Juga :   Lima 2B dan Media SBU Bagikan Daging Kurban

”Kita minta petani untuk aktif berkoordinasi dengan PPL (petugas penyuluh lapangan) agar serangan ini dapat diminimalisir,” sambung Agus.

Walau berbagai cara telah dilakukan, Agus mengakui, sulit untuk memberantasnya. Sebab perkembangbiakan tikus sangat cepat yakni sekali beranak bisa mencapai belasan bahan puluhan ekor. Hal itu salah satunya dikarenakan populasi ular sebagai hewan pemangsa tikus berkurang.

“Tikus ini biasanya menyerang padi saat padi beranjak berusia 60 hari. Karena pada saat itu sudah mulai muncul biji padi,” ungkap Agus.

Dia menghimbau, agar petani jangan menggunakan listrik dalam membasimi tikus karena dapat membahayakan jiwa. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *