SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Rencana pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur untuk melegalkan lokalisasi Kalisari di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, terus dimatangkan. Buktinya, Pemkab dalam waktu dekat ini akan memberikan pembinaan kepada pekerja sek komersial (PSK) ditempat itu tentang bahaya penyakit  Human Immunodeficiency Virus Infection/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS).
Sekarang ini Pemkab Bojonegoro telah menginventarisir semua PSK yang tinggal di lokalisasi Kalisari. Sesuai data yang masuk, jumlah PSK yang menghuni lokalisasi tersebut sebanyak 43 orang. Â
“Kita sudah minta dinas atau instansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial, Dinas Kesehatan dan lainnya untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya AIDS dan bekal keterampilan kerja,†kata Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono.
Menurut Hartono, untuk menutup sebuah lokalisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Akan tetapi perlu sebuah pendekatan kepada para pelaku PSK dengan memberikan pembinaan terutama bimbingan agama.
“Kalau mereka sadar dengan sendirinya pasti akan berkurang, nah disitulah peran Pemkab untuk memberikan sebuah pembinaan,†tandas purnawirawan TNI ini.
Hartono mengungkapkan, banyaknya PSK yang beroperasi saat ini faktor utamanya adalah masalah ekonomi. Rata-rata berasal dari warga kurang mampu, istri-istri yang ditinggal suaminya atau tuntutan hidup yang semakin tinggi sekarang ini.
“ Nanti kalau sudah didata semuanya, diberi pembinaan, bimbingan agama baru keterampilan apa yang bisa menjadi peluang pekerjaan mereka nanti,â€papar Ketua DPC Partai Gerinda Bojonegoro ini. (rien)