Februari 2013 Puncak Curah Hujan

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mendapatkan peringatan dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)  akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada bulan Desember 2012 hingga Maret 2013.

“Puncaknya pada bulan Februari 2013, semoga nanti tidak terjadi bencana yang besar,” kata Kepala BPBD,Kasianto kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (29/12/2012).

Dia jelaskan, dengan intensitas curah hujan yang tinggi akan menimbulkan bencana banjir baik dari sungai Bengawan Solo, banjir bandang, maupun angin puting beliung. Hal ini perlu diwaspadai masyarakat sekitar yang tinggal di wilayah yang berpotensi terkena bencana.

“Kalau bencana itu tidak bisa dihindari akan tetapi bagaimana cara kita mengatasinya,” tandasnya.

Kasianto mengaku, untuk meningkatkan kewaspadaan itu pihaknya telah berupaya mengantisipasi semaksimal mungkin adanya bencana banjir. Seperti memasang Closed Circuit Televition (CCTV) di pinggir Taman Bengawan Solo (TBS) untuk memantau debit air setiap saat.

“Kalau debit air naik, kami akan berlakukan posisi Siaga, dan bisa memantau jika terjadi sesuatu disana,” tandasnya.

Baca Juga :   Lupa Matikan Setrika, Rumah Ludes Terbakar

Dibandingkan tahun 2011 lalu, banjir sungai Bengawan Solo terjadi penurunan. Jika tahun lalu terjadi 3 kali dengan kerugian materi sebesar Rp15 miliar, tahun 2012 banjir yang diakibatkan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini terjadi 2 kali , dan mengakibatkan kerugian materi sebesar Rp8 miliar.

“Artinya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana ini sudah tinggi,” terangnya.

Sedangkan untuk banjir bandang, justru mengalami kenaikan dari tahun lalu. Jika tahun 2011 banjir bandang terjadi sebanyak 14 kejadian, tahun 2012 meningkat menjadi 18 kejadian. Hal ini disebabkan karena penebangan hutan secara liar.

“Kami menghimbau masyarakat ikut berpartisipasi penanaman satu juta pohon yang dicanangkan Pemkab, sehingga mampu mencegah banjir bandang dan longsor,” terangnya.

Sementara itu, data yang diperoleh lainnya menyebut, untuk bencana tanah longsor menurun, dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2011 sebanyak 42 kali, tahun 2012 sebanyak 22 kali, angin puting beliung tahun 2011 sebanyak 33 kali, tahun 2012 meningkat sebanyak 80 kali. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   PKL Perbatasan Disorot Pemkab Blora

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *