SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak 45 calon security sumur migas Tiung Biru (TBR) Blok Gundih di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur yang dipekerjakan PT. Metro Multi Pawerindo (MMP), perusahaan penyedia jasa pengamanan, tak semuanya berijazah tingkat SMA seperti yang disyaratkan semula. Namun sebagian dari mereka yang berijazah SMP tapi tetap diterima karena memperoleh rekomendasi dari masing-masing kepala desa (kades).
Informasi yang didapat SuaraBanyuurip, calon tenaga keamanan berijazah SMP yang akan ditugaskan di TBR milik Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) itu telah memunculkan persoalan dikalangan warga sekitar. Disinyalir, calon security tersebut bisa diterima karena telah mendapatkan rekomendasi Kades Kuniran, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Wardoyo.
Warga RT/RW 08/02 Dukuh/Desa Kuniran, Ratno, mengatakan, dari jatah lima orang security untuk Desa Kuniran ada tujuh warga yang melamar. Namun, dia menduga, lima calon security yang diterima itu ada yang berijasah SMP yang direkomendasi Kades Kuniran sehingga bisa masuk sebagai calon Security TBR.
Sedangkan warga yang berijasah SLTA, ungkap Ratno, malah tidak mendapatkan rekomendasi dari Kades. Padahal sesuai aturan yang disepakati seharusnya berijasah SLTA atau Sederajat.
“Awalnya warga yang berijasah SMP itu ada dua. Karena dikomplin warga akirnya tinggal satu orang. Kemudian satu orang yang berijasah SMP yang tidak dimasukan jadi calon security indikasinya diganti lagi warga ber ijasah SMK yang juga dikenal masih famili Kades Kuniran lagi,” tutur Ratno, Jum’at (28/12/2012) malam.Â
Dikonfirmasi terpisah, Kades Kuniran, Wardoyo, menerangkan, dari jatah lima orang untuk desa Kuniran itu dibagi untuk warga di Dukuh Besulu dan Kuniran. Rinciannya, Besulu dua orang satu orang berijasah SMP dan satu orang SLTA. Sedangkan, yang tiga orangnya lagi diberikan warga yang ada di Dukuh Kuniran dengan ijasah SLTA semua.
“Saya rekomendasi warga yang berijasah SMP pertimbangannya karena di Besulu sulit mencari yang berijasah SLTA dan dusun itu juga perbatasan antara desa Kalisumber. Apalagi pihak MMP juga tidak mempermasalahkan ijasah SMP atau SLTA. Saya akui pula keponakan tak masukan juga didata usulan security tersebut,” terangnya.
Sementara itu, hubungan masyarakat (Humas) PT.MMP, Warsilas HS, mengatakan, sesuai peraturan security harus berijasah SLTA atau Sederajat. “Sesuai peraturan Kapolri, ya syaratnya harus SLTA atau Sederajat, Mas. Tapi, tanya mas Karnadi aja ya aku masih di Surabaya,” saran Warsilan melalui pesan pendek, Jumat (28/12/2012) malam.
Kepala Cabang PT. MMP, Bojonegoro, Karnadi, upaya dikonfirmasi melalui pesan pendek, Jumat (28/12/2012), terkait hal itu hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)